: Maryama al Kad
pada dasarnya roh sedang bersandar
di tubuhku ini kian berjarak. menjauh
terdampar di sebuah tebing untuk bertirakat.
mengenakan jubah perang, senjata, dan sebuah jurus sakti
telah masak. seperti pejuang,
siap hanguskan harapan.
namun ia masih menyimpan nota pertanggungjawaban
antara dia denganku. tersimpan di sebuah tabung haru.
gemetar.
-
di sana, tertulis peran ganda.
masih kuhafal dalam langkah
tentang tatacara merawat jentik-jentik koneksi
antara aku dan Dia. tanpa interupsi
berperan sebagai antibiotik
untuk mereparasi dehidrasi dan koma.
tapi, akhir-akhir ini perihal itu menjadi slogan.
berguling-guling dan jumpalitan tak keruan.
membuatku penat dan berkecipuk dalam kepayahan.
maka, aku pun kerap terkulai,
terapung di atas luapan tanya hingga terkunyah
oleh kubah racun,
menerobos lambung kesadaran.
-
rohku menyorot kasus itu.
seperti peranti, ia menggagas sebuah akurasi
untuk menyelamatkan lagu-lagu Kami
demi sebuah reputasi. mungkin,
ia sedang menyiapkan sebuah autopsi
untuk menaruh vaksin di dalam tubuhku
agar merah bayi asmara
tak terkubur di bawah nisan air mata.
-
Sleman, Oktober 2012
*