Kamis, 08 Mei 2014

Menginvestasikan Hati pada Tubuh Surga

koloni di belakang pertahanan sudah jadi arang.
toksin telah terhunus dan tandas dari nada-nada. maka,
musik pun kembali bangkitkan animasi
meski rantai penghormatan
sesekali tersangkut pada perca-perca kontrak.
-
terjun ke dalam perbincangan kembali adalah krusial
dan tarik-ulur tanpa disertai acuh dan becus ialah mati.
memang solusi, tapi
mesti mampu mengatasi semesta keberisikan
dengan mandiri. sebab
aset di rol kekerasan bukan untuk diperinci
menggunakan kengerian.
-
materi baru akan selalu dituntun secara edukatif
sebagai pembuka.
ditabrakkan dan digebrakkan ke arah keengganan
kendati ujung gincu belum utuh diselamkan
di ujung busana. tentu saja tiada anulir
karena limbah abad lalu
harus diinsaf-entaskan agar tak lagi menjadi adendum
di perkumpulan depan.
-
unjuk rasa di tiap sukma merupakan niscaya.
seorang tukang konservasi pun
amat sukar mengamankan seluruh ekspresi elastis di sana.
bahkan pendekar sejati
hanya sanggup menjemput momongan melelahkan tersebut
menuju musabab
lantas menimpuk sarinya ke sumber atensi
demi representasi perburuan.
-
Pasuruan, April 2014

*

Kado Istimewa

semalam, sebuah gerbang fatamorgana
mengimpor suatu resensi
ketika kuberada di tengah jalan.
perkakas nokturnal itu
menitipkan satu logam berwarna-warni
di sela-sela kekolapsan.
-
awalnya, spesies ikonis itu
tampak cebol dan gemar bergonta-ganti kepolosan.
namun seiring kematangan ciri,
aktris itu kian muluk dan memblokir
segala titik evaluasi. ia melindas
sekaligus meremukkan seluruh alur komunikasi di otak,
tak segan mencuri tuas kendali di pusat tata,
pun menyelipkan beberapa platform purba
di puncak-puncak siaga.
semua itu ia kerjakan
untuk melepaskan racun dan kuman anonim
agar aku berpikir.
-
saat siuman, kabut pesona itu
telah berintegrasi dan berkolaborasi dengan konsentrasi.
tiada luber kejut maupun apriori protes di alam brata.
hanya sekadar bungkam dan kembang kempis antena
tatkala coba menggeledah bukti di antara langkah-langkah.
-
seorang dokter dan perawat mungkin tidak mampu
menangkap jawaban di masa keemasan ini.
meski begitu, sirkuit kafah ini
takkan kucemooh atau kubuang
ke dalam lemari hitam.
ia cuma perlu dikikis perlahan-lahan.
siapa tahu, ia adalah novel maskawinku
di masa mendatang.
-
Pasuruan, April 2014

*