Senin, 01 November 2021

Ratu Air

mojang bulan. adalah kecipak takhayul di lekangnya lini Musi.
tasbih serta firmannya dimanja narasi dan gradasi sensasional.
galaksi suam bagi menir dan tamu berkuda. pun utusan-utusan milenial.
.
di sekitarnya rumah-rumah rendah berdampingan.
penghuninya kompak memendam gaduh dan ulah.
kaum jompo ceria dan mengolah tempo
dengan wasiat-wasiat panjang. namun, regenerasi periode
tak selamanya mumpuni.
.
lihatlah! roda-roda jahiliah memainkan kronologi.
sirip-sirip peziarah menggenggam tumbal mentah.
mahasiswi empaskan celana dalam, sohib taat gulingkan kafiyeh
ke anyaman kemerdekaan. afair jubeli hilir.
limbah mengalun, meleleh di alur-alur maritim.
.
deforestasi menyentuh kersik-kersik berdaulat.
sepak terjang romusa diarak di atas karpet para sutradara.
celaka! amar rasul padam, dijerat hotel prodeo dan pesakitan.
sembilan parameter kehilangan nahu, ubur-ubur dan hiu terlibat trauma.
.
pengunjung dan pengawal bopeng penuhi atrium stagnasi.
mengaduk-pahat impresi pada ratusan objek ketidakmungkinan.
tekad dan respek mereka hanya menambah konflik.
ralat dan erata steril dimangsa sepetak hujan.
.
muda-mudi membidik tulang rusuk di guratan dam.
pelacur dan biksuni saling menjura, tak pernah duga
bahwa banjir darah sempat lenyapkan wihara.
liontin-liontin hamil hiasi empuknya waduk senja.
drainase getas terpisah-pisah, diisi luberan fatalis berlambar bahaya.
.
terompah malang lanjutkan dinamika.
memahami mendung lumpuh dari batu sandungan
hingga tenggat sudahi koma.
.
Kabupaten Pasuruan, Oktober 2021

*