aku mereka sebentuk rasi dengan kelincahan otak
di dalam sentimenku. ada aku dan dia
sedang berbincang perihal kitab batin.
kami hirup dalam kiblat dan rambu sama,
tapi kami menangkring dalam jajar berbeda;
sepatu dan terompah
saling menderetkan aspirasi
dengan versi dan tren berbeda.
raung kami sama-sama kukuh pada tiap perkencanan
dan kami tetap membawa kode-kode sentral tak sama.
-
kami telah membuat skema.
saling menyidik secara adil dan lamban
agar kami tak gugup dan dikuasai kembali
oleh ombak murka.
tapi kami masih saja terguncang
dan gagal menciptakan siklus indah.
koalisi kami hampa. nampak lancip dan eksotis di hayat
namun hanya pahit dan kaku kami dapat.
tubuh kami dirimbuni bilur duka.
konon akan kami akhiri
dengan lapang hati menyala. benarkah?
-
Sleman, Oktober 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar