cinta kita kobarkan
dalam temaram rumbai-rumbai cerlang
adalah penjarahan. kita nazarkan
kepada dunia sembari memincingkan konsepsi.
perlahan kita saling melacak dan meraba.
tanggul-tanggul gaib nan buram
berharap temukan istana bercat kain sutra
untuk kita pikniki, lantas menghuni
sampai ruh kita pulang ke tangan Ilahi.
tapi,
kita hanya bersua dengan gedung-gedung tua dan suram.
nyalangkan getir-getir parsial,
mereduksi butir-butir kasih kita
seperti membran.
mengufuri segenap kegesitan dan memori indah,
kita dirikan dengan titir emotif
di tabung gaib, masih kita coba dendangkan.
-
Sleman, September 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar