Sabtu, 05 Maret 2011

Menuntun Perih

         : Matahari

         “andaikan malam yang sepi dapat bicara,
                 mungkin aku takkan kesepian”


lirik-lirik itu mendera bersama makna.
menukik, menuju hati butut tiada rindang.
-
kemolekan kerubuti angan, tak mampu kuelak.
manis namun memeram perih dalam semak penuh lambang.
-
babad cintaku hanya riak.
cuatkan anomali, jahili rahim mimpi.
-
asmara bergelayut. tanpa euforia, juga sentosa.
gelambir rindu pun liuki peranti raga.
umbarkan sengau hingga saput lajang jadi perkara.
-
pada interval malam bulan mengelus dahi.
jabarkan dongeng perihal tata bintang.
kusimak, lalu terdesak.
seperti abrasi, tanpa abadi.
-
malam ini aku merunduk di kandang.
masih dekutkan maklumat tentang kegandrungan.
coba mengayuh damai
di bantaran mahligai kian landai
-
Sleman, Februari 2011

*

Terowongan

         : her on valentine day

cintaku kepada Michie adalah terowongan.
penuh kuasa. bertabur kanopi petaka.
nalar terkelupas.
bahkan analogi mulai geripis dengan antusias.
-
helai malam tercium semarak di sela-sela hijau beton.
ada asmara, bercokol.
terbalut jaring emas. tengkurap dan lugas.
tapi secuil nanar mengasah lekuk lemasku.
lampiaskan pedas kala sesat meresap alamku.
-
ada pinta. tergarit kasar dan kawak di tampuk dahaga.
-
ombak tanya menerus jajaki dewi.
menempuh kepuasan demi eksistensi.
berbekal awam kuajukan entakan brilian.
coba mencegah si cantik
         agar tak amblas didongkel orang,
         agar tak nahas dibibiti setan.
-
namun, (ternyata) aku tercebur.
terjerembab ke dalam liang duka.
hilang subur lantaran stigma.
ayal pun jadi ujian melimpah.
-
Sleman, Februari 2011

*

Kisah Ubun-ubun

         : Matahari

dengarkan!
kala subuh, kunamai cinta.
percik salju di kitarku, kelabu.
terpenggal oleh tabur benalu hingga sepuh.
-
saat pagi, kusebut rindu.
di selasar, ada kompensasi.
hilir-mudik, pun berarak namun letuskan tuli.
-
ketika cerah, kujuluk asmara.
gerimis berempati saban jengkal. hambar.
nyaris munculkan agitasi sarat benci.
cih…
-
sahaya hanyalah ubun-ubun. alami dehidrasi.
terpatri, terpendam dalam lunglai tanpa saripati.
dirantai piknik kuno.
dipayungi kasak-kusuk biru.
dipukul batu berapi.
dijemur di gedung ekstradisi.
dihajar lancip piramida.
hingga
ditelan kolong merah muda.
-
panas bak revolusi: tak ramah, penuh jarah.
dan pecahkan dahan air mata.
jam tunjukkan pelik.
kedap berbelintang, bubungkan selentingan senggang.
-
rentetan lapar terendus.
seolah seringai galau di ujung gemericik halus.
secuil pesan direnggut seram.
dupa semampai raungkan episentrum malam.
(bersitegang sambil bergelimpang).
-
aku ditimang di lengan Tuhan
bagai lelaki ingusan, jelajahi pengap panjang.
-
Sleman, Februari 2011

*

Selusin Angka

         : Matahari

dua belas angka, kutampilkan.
kuulas pada Tuhan ibarat retak merangkak.
rela agar dahaga tak kandas hingga durhaka.
-
maharku berlabuh di teduh mentari bakar.
tensinya meluap, lantas bergeming dibungkam usia.
cahaya merah muda enggan ceria
digerus janur gagah, segera.
-
rindu hanyalah candu bagai sandang lincah nan lumrah.
ringan namun timbulkan tegang (pada petang).
cinta. halilintarnya setia mensketsa.
ialah tudung berkelok-kelok. oleskan getir pada tiap singgah.
bila kekar, maka madu.
jika getas, jadi abu.
-
kalap. syahdan memungut sisa-sisa sandar
sembari lisankan gentar.
ada integrasi, rancak dan lonjak ngeri.
kendati parah terbalur manja oleh disparitas belia.
-
hening ini, aku memanjat silam.
coba cari celoteh pernah tertebang.
berharap temukan sedu sedan terjaga
lalu kusulam bersama rintih di segumpal pigura
-
Pasuruan, Februari 2011

*