Jumat, 10 Agustus 2018

Bunga Malam

dialog antara fajar dan ajal pecah
tatkala malaikat puritan tiba di darat.
kenapa tamu imajiner tersebut bersandar ke lempeng tropis ini?
lantaran celeng dan kera setempat dalami tema hangat.
-
dia tak cuma daging legit antarbenua, namun
titik-titik melodinya telah menembus planet-planet pertama.
serbuk kosakatanya, jeda teguhnya, dan rinai atraksinya setia
menjangkau urat-urat teritorial.
sonar-sonar puitis pun berdering.
-
ia tinggal di batin tersantun dan dihindar
dari gonjang-ganjing para satwa dan sihir-sihir manusiawi.
mendiang khalifahnya ialah antitesis amarah
dan sekarang dia berguru kepada etika.
seri demi seri, parsial per parsial.
kelas kondangnya menebal, air kasihnya susuri ambang-ambang basi.
-
warta menafsirnya sebagai bunga malam.
terkubur tunggal di bawah raut-raut konyol
dan senyum-senyum awam.
-
dikabarkan Kamis esok ada figur
akan menyembah dan melanda si idola.
ketar-ketir gerilyawan bertanya-tanya,
dirundung judul runyam tanpa terduga.
gaungnya tumpah jadi kritik dan konspirasi.
argumen dan misa kini nyaring membela adu dan gegabah.
liur-liur pancarindu membelah portal kompetisi.
roda-roda kecurangan dan permusuhan panjati pulau-pulau benderang.
itulah mengapa sang gembala alam baka menetes di lantai becek
sebab ia takut sesama umat saling latah meramu mudarat.
-
Pasuruan, Juli 2018

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar