alfabet dan ejaan terbaring baku seperti
tersuruh bungkuk di antara lengking-lengking bengawan.
apakah islah sedang dikotomi?
-
segala dekorasi verbal sia-sia.
bungker-bungker fantasi terperas sempurna.
pagar dan tembok bagai kelambu,
rahasia nisbi tersunggi kembali di sekaratnya lajang.
apakah getah fikih gemar memburu bakat seniman?
-
biksu-biksu itu berpikir bahwa letak warna
ada di generalisasi semata.
tuyul-tuyul gimbal di sana jua berukur bahwa
biji-biji pertobatan tidak bisa dihadirkan di rawa kebebasan.
khazanah kemulian bukan untuk kaum fantastis belaka,
namun para kurcaci, serangga, dan sampah pula.
lihatlah! gadisku hambur, biniku tenggelam.
ditanggul kriteria sekencang-kencangnya,
disekat kebangsaan segarang-garangnya.
-
siangku kini di selatan.
melebar dan mengudara bersama elegi kekanak-kanakan.
alih-alih memadatkan perwira,
dasamorseku tak teduh di zona gelora.
bak badut bujang, gitar pun enggan menukil satu seriosa.
-
Pasuruan, Oktober 2016
*