di antara pasir kembar sebagai jamahan nyata
adanya kasmaran dari dua adegan.
kita duga bahwa rona itu kan jadi menhir. tapi,
kini kita malah pelan-pelan tampak
menggelar nestapa dan meningkat karat.
-
di keluarga, kaulah mamanya.
dewi pribadi di tiap pekik dan langkah.
patron-patron istiqomah petakan dedikasi.
prosedur-prosedur gamblang benarkan silaturahmi.
sayangnya, mitos dan teror menjawab tirakat dan hikayat.
monster-monster ketus samarkan anugerah,
muntahkan teologi kaku.
perkara-perkara mesum mengocok persepsi.
iklim ambin memproses dikotomi.
-
kejayaan keruh. aksara dan angka surga belum matang,
belum berkilauan. fase kakek dan nenek menjadi objek gelap.
mendamba not-not simetris di tengah lagu-lagu rawan.
seringai dan taring somasi tumpah.
balikkan gubuk-gubuk wajar di turnamen sarat makna.
apakah olok-olok trengginas ini akan datangkan kiamat, sayang?
-
Pasuruan, Juli 2017
*