Kamis, 05 Desember 2013

TentangMu dan Tentangku

         : Maryama al Kad

Phoo, entah bagaimana lagi kumesti bertingkah
ketika dirimu menjenguk detik-detik
sebelum kupejamkan mata.
kenangan cinta kita
terlalu ampuh kau hunjamkan ke jiwa.
tubuh ini kehilangan mampu ‘tuk sekadar menahanmu
di depan pintu.
karena seperti tiada ketuk terdengar
saat kubersemayam di ruang imaji.
-
Phoo, memang bercak-bercak cerita kita
takkan pernah sirna
di dinding-dinding kesadaran dan kelelapan.
layaknya video, ia terus menari-nari.
suguhkan ingatan dan kreasi hingga ia mendekapku,
ciumiku, dan memerkosa segala daya.
tanpa kata, tanpa suara.
-
Phoo, apakah kegilaan ini sama kau miliki?
aku sudah tak sanggup jika mengusungnya seorang diri.
terlalu berat, amat menyayat.
bila benar kau punya
sudikah kau berbagi untuk saling mengobati?
ini bukan sekadar luka
sebab ia lahir dari rahim kepundan asmara.
namun kalau itu telah raib di dalam ragamu
maukah kau membunuhku?
dunia ini akan berlanjut terasa hambar dan hampa
selama hadirmu masih mengusik
dengan beragam utopis berjubah bianglala.
-
Phoo, sayangku padamu adalah terang di antara gulita.
itu niscaya, dan itu ialah seutuh-utuhnya niscaya.
-
Sleman, November 2013

*