Senin, 04 Februari 2013

Kecupan Pertama

sebelum kantuk mendulang pelosok tubuh
dengan keleneng-keleneng instan,
selalu saja keringat kecup pertama itu
terasa merundung pusaran kendali.
-
ya, akhir-akhir ini
peristiwa itu kerap mengarsir
molekul-molekul kesabaran.
dalam kias, ia adalah sinden; menyerahkan
sekaligus menyengatkan transisi elektrik
pada satu lingkar laga.
ia seperti pelacur. duduk mendamping
dengan segerbong alfabet di kedua siku sayapnya.
mengemban sebuah tampah di ribaan
sebagai ruang cangkok dan kontrol kata-kata
‘tuk dijadikan pusara.
-
kalau sampai
baskom berisi lamaran makam-makam itu
membusung padaku, maka amputasi pemikiran
dalam satu parameter tertentu
adalah keharusan
agar aku tak melepas landas
meraih kegilaan.
-
Sleman, Januari 2013 

*

Dunia, Bukan Lagi Sebuah Makna Untukku

dalam demam dan datar
di bawah reruntuhan pengorbanan,
jelas kusaksikan pecah dan remang
tercantum di atas nampan.
sejenak lalu, mereka menyerang dengan gedor
dari balik segel perban nisbi. tapi,
kini ayat-ayat pedang itu
telah menusuk, menggeledah,
dan menjajah ruang-ruang cerita.
-
digit pengembaraan ini
seakan-akan jadi tempias harian.
tak ada lari dan tak terawat oleh tradisi.
hanya sanggup bersimpuh tunduk beberapa meter
dari oncor api bertudung darah.
siap terima titah
‘tuk menyambut para pelayat
dari tanah durjana.
-
Sleman, Januari 2013 

*

Segumpal Napas yang Berdarah

ibarat kreasi, lentera tasawuf ini
adalah celurit tak berkatup.
dibentuk dari tutur cerita
ketika kehebohan tuts-tuts kusut sang piano itu
kupanjatkan.
-
sejak instruksi dari dalam akordeon itu menodong,
alat peraga itu kumainkan sejenak
dengan spesifikasi modis
pada bait-bait percakapan kami. kukira,
ada detail idam atau desain riang terperi di sana.
ternyata, hanya ada cekik dan pikul penuh kendala.
mempererat sabuk derita
juga mempercepat tumbuhnya tumbal
di antara alam kami berdua.
-
pada satu linting masa,
turnamen keragaman itu akhirnya terpilih
dan tersembelih oleh dua poros ambisius
dalam dua embara.
puluhan anak-anak napas muncul
dari paru-paru rotan kurusku.
mereka berlari berhamburan
dengan tubuh penuh darah.
mencari pelampung seadanya untuk bertahan
atau sekadar menyingkir
dari kejaran pemburu tak bertuhan.
-
ya, akhir-akhir ini penyakit primitif itu
memang kerap selingkuhi jiwa
sebagai narator tunggal.
entah, apakah perempuan di sana
juga didakwahi oleh psikiater serupa atau tidak.
-
Sleman, Januari 2013 

*