Sabtu, 01 Mei 2010

Menanam Pelangi

         : Matahari

aku ingin mengungkapkan rahasia kecil kepadamu.
sebuah kilauan narasi tatkala terhampar
di antara paras kita berdua.
mau?
-
ada pelangi mungil di belakang rumah.
lestari, telentang di antara semak-semak.
sinarnya menjangkau,
mendobrak pintu-pintu dan menukik hingga ke kamar.
kerlap-kerlipnya menyelinap.
menyumbat gelap saat petang sambangi jagat.
kau mau menengoknya?
-
peliharaanku bermata.
siang terpejam, mengurai saptacahaya.
pagi-sore kutaburi parfum
agar harum menyerbak suasana.
-
pernah aku menghayati hingga tercengang.
cerahnya melindap meninggalkan Subuh
dan kalbu beranjak merekah ketika sang pelangi
terpejam di atas singgasana.
-
kuingin merombak, mendongkel,
memencilkan warna-warninya.
membengkokkan, jika bisa.
lalu, kan kukirimkan sulur-sulur itu padamu tiap dini.
-
jiwa berjibaku.
tak kuasa rindu menerpa,
membayang menjelang guratan takdir terkekeh sempurna.
berbekal pelangi,
Minggu sulungmu kan kuusik.
menyergah balutan mimpi-mimpi.
berharap mengentas ketelanjuran ketaksadaran
oleh memar seorang laki-laki.
-
Pasuruan, April 2010

*

Matahari Beranjak Menyilam

         : Matahari

kau duduk berkebaya,
menyuguhkan kecantikan aktual.
nyaris merakit insiden kegilaan,
membiak bersama denyut jantung di ujung cedera.
-
tatapanmu menggugat.
menjangkiti mimpi-mimpi
kala sebuah cinta mekar lalu menyinergikan rongga-rongga otak
hingga mencemari darah dan menyimbahi sesak jiwa.
-
namun, suasana biru telah tereduksi.
memberikan mandat melalui lansiran suara,
“apakah engkau kan tetap memampangnya
ataukah dirimu mulai menabalkannya?”

-
aku hendak mengeluh.
menceritakan secara gamblang kepada deretan aksara
ataupun kepada jerat, kian mengganasi sukma.
-
anganku mengkritis.
tersegel oleh kepengapan taburan sayang.
pendar-pendarku juga lenyap.
menyisakan kehangatan polos di antara bercak-bercak marak.
-
Pasuruan, April 2010

*

Setetes Cinta yang Berselang

         : Matahari

merekrut cantikmu di lindungan kerudung ialah senja.
kan menggelegarkan jagat hidupku menjadi lebih bernyawa.
-
aku berjubel,
merembet pada setangkai garis prematur
terlindungi halimun cinta.
Rumornya pancaran senyummu tersohor
hingga melengserkan puspa.
di sempadan ini jiwaku tak kunjung kibarkan jera.
-
(santer terdengar)
jiwa-raga mereka terpental
tanpa amnesti, kompromi.
         …, “sang putri tak berselera kepada kami”.
         …, “sang putri cenderung tak berspekulasi”.

-
tubuhku hanya jelata.
menyerukan dekaman elan dalam sukma.
tak ada kalut.
hanya tertatih di tanjakan dan sedikit limbung
tatkala bayu menerjang.
-
sekujurmu meluap.
merealisasikan warna-warni sengit,
beredar bersama hangat surya.
aku meraup cinta.
namun, sontak jasadmu hijrah.
lekas menjauh beriring sekuntum rindu menikam dada.
-
Sidoarjo, April 2010

*

Obsesi

         : Matahari

aku ingin membidikmu dengan sungguh.
mengincar kerutinan di sela-sela papah,
bermaksud untuk menjungkal frustasi
ketika firasat beranjak terlelap dan bersitkan destinasi.
-
aku ingin menorehkan senyum di kedua bibirmu.
memekikkan seruan-seruan lucu bergelimang puisi beresensi
pun menitikkan beberapa tetes air mata sebagai tanda
bahwa lunglai telah menggerus dada.
-
aku ingin membelai jemarimu.
mencoba menguak perasaanmu sebagai ambisiku,
merekayasa jalinan asmara bersama tembang-tembang dramatis
seraya membangkitkan pelantingan resah hingga menelurkan petaka.
-
aku ingin menjamah pernak-pernik parasmu.
menyandera satu-dua bagian secara bijak.
memikat, mencuil tatkala lengah
kemudian bergegas kusurut sebelum tertukas makna.
-
aku ingin melacak hangat tubuhmu.
meraibkan kucuran dan seliweran dingin di antara resah-risauku,
jua mengukir kecemerlangan di atas gundukan buram
saat kecamuk menjajah tulang.
-
aku ingin meminjam hatimu.
mengabaikan para rival, mencoba mendahului.
bila berhasil, kan kuserut benda itu dengan lirih
agar cantikmu benar-benar menjadi permaisuri.
-
kelak, aku ingin kita berpadu.
bernyanyi dan menari pada secarik inspirasi,
meriuhkan cerita-cerita kusam,
lalu menorehkan kemelut untuk setangkai langkah sigap tanpa enggan.
-
Pasuruan, April 2010

*