Minggu, 07 November 2010

Mencicil Tanya

         : Matahari

apa yang sedang?
berikan lambaian agar aku memadu!
terlibat dalam tekad biru untuk lumpuhkan-Mu
-
bagaimana cara?
seteguk cintamu ialah lega.
paparkan selajur talang merah muda,
guyurkan selembar petir.
deras. seperti gencar melarang lancar.
-
di mana dapat?
sayang hinggap tak lagi eksekusi.
tatkala terkuak, ada terbakar. menempuh pagi
demi duduki matahari.
di puncak ternyata ada galian: gamblang namun pahit ditularkan.
            lucu. trenyuh menderu.
-
kapan saat?
tersesat. seluruh terbongkar. terasah pada tiap kuartal.
temaram sunyi pintu besi, berlabuh.
langit bersantai. limburi hati, gempur diri.
permukaanku jadi reruntuhan.
patah. kenakan rinding dan rengek jua.
-
kenapa harus?
gelembung merubung. lebarkan kekar buai untuk
gugurkan kentara, tak lagi sukacita.
            kadang sudi membesuk, namun itu trik lama.
            seperti hama; tak puas berulah.
dan, bila remang mengimpit.
persepsi pun kan jarang membuncit.
-
siapa yang?
asap mengepul hingga wajar melembur.
-
Sleman, Oktober 2010

*

Menghafal Rindu

         : Matahari

lantaran kelabu, aku terberangus. semula pondok tonjolkan bius, amblas. terasnya menembus daun. pilar-pilarnya tercerai-berai. membentuk gumpalan asing lalu tercebur ke rerumpun sabung. punah. menggertak syiar, tertancap di puncak kerucut rindu. mendesis: menagih cinta, membungkus asa. tiada iktikad. hanya tangkapan kosong, luncurkan nyeri amat. amat merekat.
-
di bawah jembatan, aku menyisih dari kepiawaian malam. tak mampu berkenalan dengan gesit embun dan belukar bintang. terlalu kering. seperti subsidi biru tertawan. bak benderang, jadi tunggakan. kacau. kelabui fobia hingga berubah tanya di balik siang. (jembatan akan dipugar). kiblat tak akurat. dan, paras itu masih ladeni angan, kian tipis dari taksiran sayang.
-
ada waswas. menara telah isyaratkan padam.
aku, masih antusias membidik mentari.
beranjak larut bersama anarki.
-
Sleman, Oktober 2010

*

Eliminasi Biru

         : Matahari

pada desing cinta, aku tercengang.
terpancar seraut biru. menyapa, namun hambar.
rindu tertuai oleh kibasan risau. sempat jernih, tiba-tiba sangsi.
-
seperti petisi, lukiskan gaduh dilanda malam.
mengenyal. bergelimang coretan merah muda
dalam dengung damba.
tangis, pelototi celaka. tak kunjung ampuh.
lesu,
lampiaskan inapan gumam
di bawah gemeretak dendang
(sepele)
terkecoh varian:
termaktub pada sorot mata.
tersapu oleh ringkik fakta.
aku
bermantel setumpuk masa.
         mengepal bayang dalam lindung ungkapan.
separuh. tak penuh.
    -
     maka, bergegas.
   tunaikan sajak tampan di celah-celah rintangan.
  tapi, ada keripana tekstur.
           terpanggang.
        rampungkan eliminasi hingga jeli teringkari.
-
Sleman, Oktober 2010

* 

Sumur Doa

         : Matahari

pada setampuk luar
petang bercorak merah.
menjerit. lintasi lembar-lembar sajak,
bersemayam di terawang malang.
memicu darah. memudar.
                                    malam menelan. dermakan tengara kepada lirih cahaya.
                                               meracik bintang-bulan, merangkai dingin jantan.
tarikh tunjukkan darurat.
langka. menjambak nasib tak tepermanai
di antara solekan canggung seperangkat remuk.
cinta,                                                                                         ada kejut.
rasuki koper merah muda.                                  mencecah dahan rindu, hayati ranting pilu.
mendenting; sirami jiwa. menguras asa.                                  menciap-ciap. degap.
      racun terhunus,                                                      terpojok, lalu hampir padam.
   timbulkan trauma. legalkan sebungkal depresi                    menyerempet bayang.
di atas pedati, di balik kendali            .                       terjungkit. jadi pusaka (terabaikan).
                        merana. berkecimpung dalam lorong panik.
                                        menakik embun agar terkelola.
                                    coba menjepit.
                             masukkan ransel, lantas
                  kan kutuang ke dalam sumur doa.
                          _ khusyuk pun berdecak _
-
Sleman, Oktober 2010


*

Malakama

         : Matahari

ketika turbin-turbin jantung ialah senja,
parit darah di segenap terengah.
teduh.
bersandar pada gemeresik lalang
dan mulailah perdebatan.
-
ada benci. menohok.
bersahaja, seperti lagak laknat tulus.
kukuh. tertelengkup di bawah berjuta tebakan,
berpijak di atas seabrek dagelan (liar.
mengocok pasrah agar lumrah).
-
rintik-rintik rindu menyentil telinga. menghantam netra.
lalu, menyigi cinta (semangkuk tangis jadi ratapan).
lanturkan niat, teridap purba.
-
ada jejak dalam esensimu. penuh tafsir. Sepuh.
tularkan sayang.
senantiasa beri maslahat;
hingga ampas menetas.
menyekat tilas.
-
“jadi, beledu merah muda ini hanya pemeo?”, …
-
Sleman, Oktober 2010

*