mojang
bulan. adalah kecipak takhayul di lekangnya lini Musi.
tasbih
serta firmannya dimanja narasi dan gradasi sensasional.
galaksi suam bagi menir
dan tamu berkuda. pun utusan-utusan milenial.
.
di
sekitarnya rumah-rumah rendah berdampingan.
penghuninya kompak memendam gaduh
dan ulah.
kaum jompo ceria dan mengolah tempo
dengan wasiat-wasiat panjang.
namun, regenerasi periode
tak selamanya mumpuni.
.
lihatlah!
roda-roda jahiliah memainkan kronologi.
sirip-sirip peziarah menggenggam tumbal
mentah.
mahasiswi empaskan celana dalam, sohib taat gulingkan kafiyeh
ke
anyaman kemerdekaan. afair jubeli hilir.
limbah mengalun, meleleh di alur-alur
maritim.
.
deforestasi
menyentuh kersik-kersik berdaulat.
sepak terjang romusa diarak di atas karpet
para sutradara.
celaka! amar rasul padam, dijerat hotel prodeo dan pesakitan.
sembilan parameter kehilangan nahu, ubur-ubur dan hiu terlibat trauma.
.
pengunjung
dan pengawal bopeng penuhi atrium stagnasi.
mengaduk-pahat impresi pada ratusan
objek ketidakmungkinan.
tekad dan respek mereka hanya menambah konflik.
ralat
dan erata steril dimangsa sepetak hujan.
.
muda-mudi
membidik tulang rusuk di guratan dam.
pelacur dan biksuni saling menjura, tak
pernah duga
bahwa banjir darah sempat lenyapkan wihara.
liontin-liontin hamil
hiasi empuknya waduk senja.
drainase getas terpisah-pisah, diisi luberan
fatalis berlambar bahaya.
.
terompah
malang lanjutkan dinamika.
memahami mendung lumpuh dari batu sandungan
hingga
tenggat sudahi koma.
.
Kabupaten
Pasuruan, Oktober 2021
*