perjalanan ini tak perlu aku peringati dengan seremoni.
ini adalah jarak, harus dikikis.
membujuknya agar ia sudi melekang beberapa prahara.
kerap mengerkah anggukku dalam dilema.
-
leher dan lenganku acap murung.
hambar. seperti terbungkus perangkap
bahkan tonjolan sakral. selalu kueram.
hanyut tak berdaya,
terasa cempreng dan mencekik.
meski begitu,
aku takkan pernah menepi dari selam ini
walau genting kepakkan sayapnya untuk kendala.
walau ganjal kian mengepung demi sengsara.
-
mungkin, semuanya akan bermuara pada sebuah episode terakhir
di mana alur akan menorehkan isyarat
tentang sepetak sahaja.
dipenuhi leleran tirta amerta
dan semerbak mawar putih.
lahirkan restorasi dalam diri.
-
Sleman, Agustus 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar