Sabtu, 01 April 2017

Sekeranjang Kecil Tembang Rindu

         : Aro

studio teater ini tumbuh seiring derum kosakata pesertanya.
siapa saja boleh pasang mahakarya atau
sekadar beradu dalih.
ada manipulator kondang, ada pula
tetangga nan pongah dan kejam.
sebagian besar kaya citra, sebagian besar lainnya
leluasa jalani pesugihan.
-
sedangkan kami adalah tubuh-tubuh fakir.
mengapung di tengah lingkaran tekanan dan ancaman.
di baratdaya pun surya mengunggah seriosa kritis.
mantra-mantra sinis naikkan adrenalin.
syiar-syiar asin banjiri arwah kami.
-
padahal, kami hendak melebur nafsu dan
syahwat lunak kami dalam sinkretisme suci.
animasi-animasi saleh kami ingin kami unggah
ke satu prasasti monumental.
sembahkan satu dosis mewah demi
menyulut marga tanpa tara. dan
semua urat-urat rasional mengarah bahagia.
-
meski begitu, kami tetap membentuk meditasi tunggal.
buat tepian-tepian berderet-deret selangit agar
cengir-ulah runcing para tiran tak menghardik
atau memotong mimbar lentik.
cengkok kami masih teracung.
tegap, rapi, dan padat bunyikan ihwal-ihwal ulung.
-
sebab kami sama-sama sarjana muda.
eksponen-eksponen binaan sang maharaja.
tunabaca terhadap populasi dan tiarap
terhadap pialang serta pemonopoli.
kami bertahan seraya tajamkan coretan-coretan renik dan
kerahkan transkrip-transkrip keyakinan.
menunggu gerimis datang supaya menyeret kami
‘tuk tinggalkan kawah bebuyutan.
-
Pasuruan, Maret 2017


*