: Aro
studio
teater ini tumbuh seiring derum kosakata pesertanya.
siapa saja
boleh pasang mahakarya atau
sekadar
beradu dalih.
ada
manipulator kondang, ada pula
tetangga
nan pongah dan kejam.
sebagian
besar kaya citra, sebagian besar lainnya
leluasa
jalani pesugihan.
-
sedangkan
kami adalah tubuh-tubuh fakir.
mengapung
di tengah lingkaran tekanan dan ancaman.
di
baratdaya pun surya mengunggah seriosa kritis.
mantra-mantra
sinis naikkan adrenalin.
syiar-syiar
asin banjiri arwah kami.
-
padahal,
kami hendak melebur nafsu dan
syahwat lunak
kami dalam sinkretisme suci.
animasi-animasi
saleh kami ingin kami unggah
ke satu
prasasti monumental.
sembahkan
satu dosis mewah demi
menyulut
marga tanpa tara. dan
semua
urat-urat rasional mengarah bahagia.
-
meski
begitu, kami tetap membentuk meditasi tunggal.
buat
tepian-tepian berderet-deret selangit agar
cengir-ulah
runcing para tiran tak menghardik
atau
memotong mimbar lentik.
cengkok
kami masih teracung.
tegap,
rapi, dan padat bunyikan ihwal-ihwal ulung.
-
sebab kami
sama-sama sarjana muda.
eksponen-eksponen
binaan sang maharaja.
tunabaca
terhadap populasi dan tiarap
terhadap
pialang serta pemonopoli.
kami
bertahan seraya tajamkan coretan-coretan renik dan
kerahkan
transkrip-transkrip keyakinan.
menunggu
gerimis datang supaya menyeret kami
‘tuk
tinggalkan kawah bebuyutan.
-
Pasuruan, Maret 2017
*