duduk di kamar, tatapanku mendaki lereng tujuan.
.
di kebun sayur-buah rimbun, dulu
.
di kebun sayur-buah rimbun, dulu
model kulturku hanya menunggu dan diam.
cita rasa mendamba paras Minangkabau
tanpa pernah menggamit. sosok pramugari mendekat
ke penganut Jawa, tapi benak dan logat tak mereguk acara.
.
seberkas igauan menginjak anak tangga biru muda.
.
seberkas igauan menginjak anak tangga biru muda.
bait-bait motoriknya menghibur bagai balerina.
sesekali terpancar sore di keningnya, terangi pohon kakuku.
sekilas ia anggun lalu menggonggong.
.
ia maki mimbar bakuku karena salah menjalar.
ia maki mimbar bakuku karena salah menjalar.
rutinitas sadarku juga remeh mengitar.
ia menebas riasan di rongga-rongga guram.
memendam bakatku ke puri multidimensi.
.
ia menasihati bahwa juara pernah tunakarya.
.
ia menasihati bahwa juara pernah tunakarya.
jiwa besar mampu meraih sekarung anggapan.
ia mendorongku agar membalik nol.
tiada daging dan susu bila beternak boneka.
tiba-tiba ia berjarak, berpencar, beredar, menghilang...
bak gembel tak lengah, kubedah strategi tunggal
tiba-tiba ia berjarak, berpencar, beredar, menghilang...
bak gembel tak lengah, kubedah strategi tunggal
dengan trik Yunani. muka kupajang di ketinggian,
pantat kuturunkan ke kubangan pagi.
.
lintasan bening dan parameter harian kusedia.
.
lintasan bening dan parameter harian kusedia.
canting penebal muslihat kupetik langsung dari teras cendekia.
.
empat putaran barzanji kulepas di hitam-putihnya agenda.
.
empat putaran barzanji kulepas di hitam-putihnya agenda.
keranda kematian melebur, terganti gerobak mandiri.
sang noni memeriksa kabinku dalam-dalam.
ikatan batin kita memilin, jurnal hidayah kita menukil.
.
rahmat menusuk atma. strata-strata hayati saling bertegur sapa.
.
rahmat menusuk atma. strata-strata hayati saling bertegur sapa.
petak-petak keramat kami terendam di palung wangi.
si salmon dan si putri malu bergandengan tangan,
dalami kulminasi lewat refrein perapian.
.
*
.
Surabaya, Juli 2019
*