turun dari sanad para elitis;
tersenyum dan di depa.
menggantung tanpa langkah lantas
mulai menganyam riuh tentang
sebuah hijab mesti diulas.
maka, kami pun menyungging runding.
-
pada nadi kesebelas,
kami temukan kompetisi;
menjalar dan rambati pergelangan insani
seperti obat. stimulasi itu kian pudarkan
tancapan jam-jam di antariksa hati.
menyentil kegesitan lajang
lalu menganulir banalitas otak ketika berusaha
menyerbu kata-kata dalam kamus cinta.
-
seketika itu juga,
aku mengerti perihal hela di antara rongsokan gesa.
maka, nikmat mana kembali harus kudustakan?
-
Sleman, April 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar