: Matahari
segala bujuk rayu telah kulambungkan.
kupanjat pula terjalnya kerinduan agar melihat ikrar.
tetapi, dirimu memilih bergayut pada tumpuan tak bertepi.
-
engkau melumat.
mendera mimpi-mimpiku dengan longsoran cinta bertubi-tubi.
sempat terjengkang,
namun kembali menyembul saat air mataku melawat sketsa biru.
-
semringah, bukan lagi sahabat.
libasan kekalutan telah menjadi warisan.
-
aku menerka.
mencari prahara, bersilir-silir di sela-sela gubuk sawah.
ada yang terkapar, terjungkal, dan berjingkat.
ada pula tergelitik oleh asmara.
-
embun pagi hendak memberontak.
menelungkupkan kuncup bunga sebagai persembahan untuk sahaya.
bening pun sirna.
mencampakkan dingin, juga meredam gulita.
-
aku hanya tunduk.
menikmati hampa di balik dongeng-dongeng tertera.
bersambat pula imajinasi.
memunguti satu per satu penat
seraya menyergap riuh pada gejolak jemu.
-
malam ini, aku ingin menjengukmu.
membelai lentik jari-jemarimu lalu mengecup keningmu
sebelum kau menggeluti nyenyakmu.
-
Pasuruan, Mei 2010
*