Sabtu, 09 Oktober 2010

Beker

         : Matahari

berjalan lambat
ditunggui guncang menggebrak.
pada suatu lebam, di antara slogan-slogan kusam.
-
kriiing…
jurang lihai menawar.
silau. kaburkan situasi.
hamparan merah muda terbeber.
ujung-ujungnya berlekatan membawa lereng.
-
saat meraba kocek kanan, ada kelar.
berselancar dengan cengkeraman maut,
dikebiri oleh estimasi. luluh,
seperti jemari dilindas kesaktian.
-
kriiing…
dengan gesit, rinduku kusirap.
cintaku perkasa. tunjukkan ketamakan
terpahat sempurna pada titimangsa.
terburu-buru, aku menggeledah.
punguti remah sayang di bawah lelehan kedok penindasan.
-
mengalir. mengakar dan berumbai-rumbai.
tak tercabut. ada enggan, juga heran.
-
kriiing…
inspirasi tersendat. keserasian tak terawat.
-
Yogyakarta, September 2010

*

Sestoples Sajak Biru untukMu

         : Matahari

di pelosok hati ada iring-iringan rindu
kala kukayuh cantikmu
-
         jadi, kukelola sestoples sajak biru.
-
sedap kupandang namun terhambat bila kugapai
pada tepekur malam.
terasa meriah seperti menyisir asmara resah.
-
aku memantau
juga lantunkan animo untuk memupuk cinta.
empaskan segenap rutinitas demi
mengemban harum kian melindap.
mendengkur. telantarkan sengal, perketat zikir terapal.
-
otakku teroles bayangmu.
goyangkan kecerdasan hingga akal
ternakkan lunglai berhamburan. tak sempat mengaso,
hanya kecumik sipit mulai diombang-ambing.
(mencari jera, mengeruk dahaga).
-
         akhirnya, sestoples sajak biru siap kususupkan
         dalam raibmu.
-
Surabaya-Yogyakarta, September 2010

*

Picisan

         : Matahari

saat matahari berevolusi, pendar-pendar cantiknya terbangkit.
tumpul, namun kumandangkan peluit dari sisi merah muda
bawa memori cinta.
-
jelang rindu, sadar tersingkir.
tangguh jadi abu. kubu berubah layu. dan tandus padamkanku.
tiada tumpu. hanya segelintir kambuh kembali purukkan prediksi.
-
ingin mengenyam manis.
menjerat rintik-rintik asmara lalu dongengkan cerita-cerita lama
tentang sekilas Rama-Shinta.
tentang kemakmuran Muhammad-Khodijah.
-
ketika bermunajat, siluetnya ialah bisik.
sesaki ketegaran hingga limpahi bayang.
santer terdengar ia mengoyak.
melebat di pangkuan rahmat untuk mendekam.
diri, terambang.
-
jadi kuputuskan untuk melejit.
tanggalkan stagnasi dan reputasi demi sesosok dara.
korbankan talenta, menerjang gemuruh malapetaka.
-
Malang, September 2010

*

Secercah Matahari di Puncak Lelap

         : Matahari

ada diriku.
sedang menitikkan darah di kerutan sungai baka.
ekspresi isyaratkan tagih
mengukir secuil luang hingga peran terpejam.
-
diriku ada.
menyeleksi kebisuan rindu lontarkan kelam
di ujung sirna kuterapkan lantang kendati parah membelit sengit.
namun curiga menguak frustasi,
hati tertegur oleh kelir fasih.
-
ada dirimu.
sedang memangku mahkota raja.
(sebuah artefak sarat darah dan air mata)
tak kunjung tertancap, menanti pagutan ulung semerbak.
-
dirimu ada.
terdesak, terusik oleh mufakat sesepuh sembari menunggu trenyuh.
mungkin pula
kau bawa argumen garang lalu melalapku tanpa berkenan.
-
ku & mu.
patut melawat cinta.
mengusung kasih di rindang kultur,
menyekap sayang lantas cetuskan arah.
atau bergegas mematuk mahar di horizon akad nikah.
-
Pasuruan, September 2010

*