Selasa, 09 Juli 2019

Kenikmatan Sesaat

saat kanak, kosakata pergerakan samar menggapai langkah.
titik-titik tunggal berbenah.
kain-kain kosong dipanjati tembang dan adegan.
mengukur kepingan.
.
sarung dan peci hitam hampir selalu menggandeng nyawa.
perilaku suarakan derit dan denting dewata.
pasukan langit terang-benderang penuhi pura-pura merah,
nyanyikan teks-teks purba di kuncup-kuncup gulita.
.
lalu nasib melempar polan ke suatu kerumunan
di atas karpet di satu kota. mula-mula lidah masih berzikir
dan meletakkan pangkal respirasi di pintu semesta.
lambat laun gundik-gundik peradaban memeras persembahan.
induk semang dibunuh mesin kapitalisme.
.
sajadah berubah jadi embung busuk.
menara-menara bertingkat terbenam ke lubang-lubang api.
panji-panji positif hijrah ke madu semu.
pindah ke pesulap absurd atau taat kepada pendeta feodal.
menyambut reputasi melalui tender-tender sakti.
.
manekin-manekin cacat banjiri lidah.
jala para babi menekan kuping. pening.
masing-masing pedoman serong ke dapur musibah.
galeri setan menggetah sempurna.
sehari-hari pikun menjuntai.
.
ialah tamu murahan. mengayun sejenak namun dalam.
perca-perca bahagia tersuling ke wajah kriminal.
merangkai pola pikir abu-abu, menyusu pada bambu cekak.
dikekang pajak.
.
helai-helai upaya tertahan di pundak senja.
serat-serat kerendahan hati tercabik-cabik di pelana lamunan.
menemukan tujuan dan memandu perilaku.
buku dan bukti hanyalah distorsi sebab Tuhan senantiasa
membuka perbincangan bagi musafir miskin nan kelimpungan.
.
Surabaya, Mei-Juni 2019

*