sebenarnya, ia tak mendapat duduk
di atas papan genting nan dramatis itu.
sebagai murid alami sang rasio
ia mengupah kualitas kesadarannya dengan ilmu.
belajar dengan rajin ‘tuk ciptakan ruang pribadi
saat bubuk-bubuk protes untuk masa silamnya
telah jadi sedimen tak berarti
pada beberapa rasi kondisi.
-
di sekitar keasrian tubuhnya
terdapat spasi-spasi katalisator.
saling terhubung dan tersambung
sebagai strategi dalam satu pesta.
ada legal, ada mangsa. ada setuju, ada seteru.
ada cemburu, ada hormat. ada benah, juga ada patah.
ada batas, ada lintas. ada buang, ada patuh.
ada pandang, ada ribut. ada pelihara, juga ada senjata.
-
ia takkan pernah inginkan hasil gila
tertato di sekujur padat jasadnya.
ia mengerti bahwa lesu dan penat di tiap ronde
mesti direhab tanpa kebebalan dan kepincangan.
ia hanya belum tahu
di mana letak kristal terbaik sang panembahan itu berada.
segalanya masih bertabir.
belum tertanggap dan tertangkap oleh mata jiwa.
-
di suatu dekade
sesuatu akan segera menemaninya,
menyahut aroma doa-doa,
pun mengurus sanggar cinta. dan senyum itu
akan selalu terpasang di atas kasur tidur
ketika gelap di bahunya perlahan mencair
lantas terlempar jauh seiring rentetan peluk
seorang lelaki pembawa kunci surga.
-
Sleman, Mei 2013
*