Kamis, 05 Mei 2016

Helai-helai Tubuh Penari yang Kosong

sindikat detik-detik barbar susah disibak.
bintang-bintang mendingin, deras berputar-putar
di ruas-ruas temperamen.
jongkok, gagal berekspresi.
-
hujan haru membesuk diri.
mencakar dan menikam cerobong-cerobong deskripsi.
timbul trauma. syirik hampir muncul
di kandang pujangga.
-
kami bukukan olahrasa dan adilkan otot-otot instruksi.
disinformasi dan agitasi dipecahkan
di bangku-bangku anjangsana.
namun, rute mencapai keluarga serempak menyusut.
-
prinsip-prinsip palsu memuji arus kami dengan pengkhianatan.
sebuah kejahatan pintas menuntas gebyar dan alokasi.
tiang-tiang obituari membelenggu,
menjual sasis jiwa ke selokan semu.
-
rezeki mengelupas.
jadi jelaga kentara, mengepung gegap gempita.
ilustrasi mawar masih pandangi darah, tapi
sepotong-sepotong sirkulasinya makin turuni alam baka.
-
Pasuruan, April 2016

*

Memelihara Kesunyian di Musim Dingin

dalam radius kaca benggala, skema-skema rasional merongga.
buana pertumbuhan sekarat dan bekal kemapanan tersendat-sendat.
benang merah pelaminan terbalik.
-
hajat untuk menuntut lahan karunia digagalkan keterbatasan.
barikade angin banal warnai danau perak.
dini hari, sayup-sayup dislokasi.
-
mawar merah berteriak jalang di sabana.
kaktus-kaktus agresif menjangkau kayu-kayu dinasti
tanpa mengada-ada. kuman-kuman alternatif
amankan radang dan infeksi.
gatal pun menguntit di kantuk-kantuk resik.
-
berjongkok di atas amben.
menahan jam agar gading-gading disiplin
tetap mekar dan berfungsi.
serbuk-serbuk pembujuk zinahi strategi dengan teguh.
mengurung juang, kosongkan pandang.
fase fatal mendekat. alarm tamat juga menyadap.
-
hibernasi dan halusinasi penuhi bugilnya tangga-tangga raga.
hiruk pikuk lamunan di antara langit timur dan barat
kian kesampingkan mestika akidah.
tamu dan majelis sontoloyo makin menjengkelkan.
kenalkan friksi dan jahati profesi.
satu kenang-kenangan dari badai kasih.
-
keruntuhan interaksi memancar krusial
bagai dinamit merancang kerusakan.
aum tenggorokan tersengal-sengal
mendesak dendam menuju tikar pembantaian.
-
Pasuruan, April 2016

*