selalu saja datang di suatu taman.
tak pernah layu dan kerap berbumbu.
mungkin itu semacam kontrak atau kesepakatan spiritual
antara pesan dan kesan
melalui tanggul-tanggul rumahku.
berbondong-bondong tumbuh untuk mengotori konsentrasi
dan tak jarang berbisik
‘tuk menyemprot kasak-kusuk
tentang karung-karung mimpi.
-
meski begitu,
tak pernah ada kolong atau tangga
agar dapat mengelupas atau mengkhianat dari sana,
sekadar kembangkan hidung ini
agar insang mampu monggondol lain kisah.
dan bila catatan-catatan fiktif itu
terus berumur dan kian membaja
maka Tuhan sepertinya memang berkenan merekrut
agar aku menerapkan kekerasan
dan sanggup berkelahi dengan waktu
di bawah atap ujian.
-
Sleman, Desember 2013
*