kenangan ria terbersit tatkala
penari-penari hip-hop mendedahkan acara.
gemerincik malam balikkan wajah-wajah jelita
dalam balutan mahkota dengan juntaian kelam.
dingin deru mesin bangkitkan kenangan sang jantan
bersama matahari di lubuk pedih.
kilauan surya panaskan konduktor ketika
mata-mata api bermandi senyum.
anak kecil pun melangkah: bersemadikan ilmu jalanan
dan keterampilan beku di tiap bulu.
-
adinda janganlah menyangka telah hampa!
bumi masih sahaja, pun wibawa.
pahatan-pahatan pada tirai menyebar tanpa bela sungkawa.
mereka mendukungku ‘tuk setia memburumu.
rasa kepahitan harus dinda benahi sebelum tiba masa alergi,
sebelum beralih air mata suci.
-
Surabaya, Mei 2009
*