Sabtu, 02 April 2011

Katarsis

         : Matahari

jejak-jejak libas melanda. bercokol di dada, mesra.
seperti perigi, senantiasa pancarkan gundukan-gundukan petaka
tiap edisi.
-
seakan menimba aral,
lengket itu tak henti-henti tawarkan secuil stereotip.
tentang pasir putih berkutu,
merebut imun batinku.
-
sudah lama aku menafsir secara resmi,
namun hanya lapar dan sia-sia terbuka.
bahkan kau panik;
pintu khusyukmu kau tumpas dengan selenting siut
hingga dingin darahmu ciptakan laga.
-
menjelang lelap, secarik patron terdampar.
menggeser lelah
lalu menukar palsu, tergantung di usiaku
dengan sekedip edukasi tentang gengsi.
-
dan,
aku pun pulas dalam kawah aspirasi
-
Sleman, Maret 2011

*

Selubung Putih yang Melambai Padaku

         : Matahari

kau tampil bersama ritmis hujan.
serupa peri membetot mentari pada petang.
-
selubungmu embuskan suci, menumbuk hati.
paparkan narasi tentang sebilah wajah
menggiringku kepada senyap tanpa nama.
-
lambaian itu mendedah cinta. asmaraku tercoreng warna.
ah, indah…
bagaikan gravitasi.
gemparkan dada, getarkan jiwa.
-
kucoba merentas.
ikuti alurmu di atas pilau.
sesekali kau tawarkan ujian
dan aku kerap mati dalam perangah berkesan.
-
kau menembakku.
memblokir urat-urat napas.
erat, timbulkan patuh ciutkan jasad.
kau menerawangku.
sterilkan raga dari nista
lalu aku terapung.
terkucil tuduh tak terarah.
-
sepertinya
aku hanya roh, saat ini.
bermeditasi di atas bunga-bunga.
berdoa, agar mu-dan-ku ialah padu
hingga kita mendiang di dalam peti sayu.
-
Sleman, Maret 2011

*

Merias Malam

         : Matahari

ahai!
bulan telah garang. menumpas segenap kantuk menghunjam.
skema sajakku kuketuk, namun sepi. tiada getar.
hanya resah terkabar.
-
amboi!
bintang merayap. bawa makna untuk perawan-perjaka.
syair-syairku pun berkolusi. merias dongeng-dongeng ragu
tentang aku luruh.
-
di dasar semak aku menyimak. seraya membelalak.
bertahan. kaku. tanpa nada dan suara.
ciptakan inspirasi demi sirkulasi.
-
kau;
dara berambut cahaya. berbibir ranum. bermata bianglala.
menegurku pada kealpaan gulita. seperti panah.
bangunkan euforia.
serupa ngiang singgahi kerjap mata.
-
kau;
sahaja. pemilik senyum tipis pemamer surga.
bulat tekadmu kuanggap kilah.
sebabkan perasaian menebas harapan.
-
malam ini, sesak mengguyur. kutuk pun merebus. menginjak.
kreasikan satu sensasi. perihal cinta tak segera kulanda dari seseorang.
bernama Michie.
-
Sleman, Maret 2011

*

Melacak Ombak

         : Matahari

teriakan ombak bergerincing. mengekang cuaca,
tanpa semburatkan segan pada jantung malam,
meretas wangi dedaunan.
-
ia, tuangkan segelintir misteri
pada puncak pekan tentang sunyi dan imaji.
kuhirup. terpental ke rona jiwa,
bangkitkan anestesi,
sebabkan radang lalu seorang dayang terpampang.
-
hatiku merunduk; tersayat, hingga tersesat.
-
tak terelak.
merahnya telah merebus nyaman.
putihnya muskil kala kugenggam.
kebalku tertantang.
andalkan lungsuran peluh dalam kelenggangan.
tonggak asa terpancang.
angsurkan semilir asmara
di suatu tradisi penuh demarkasi.
tapi ternyata, derak cinta terkulum cerita
sederet kungkung pun mengimpit cahaya.
-
ada gerutu di punggung air mata.
sedang menenteng rengek demi wujudkan cakrawala.
-
Sleman, Maret 2011

*