Senin, 06 Juli 2020

Hujan Bertandang Semalaman

kakek kecil menyimak kanopi bumi. diam
menyelami gradasi janggal pada melodi emas.
sabda beduk mudik telah menembus kosmologi, tapi
ia masih berdiri.
hujan bertandang semalaman…
.
lampu-lampu Februari dikubur kasa-kasa hitam.
dingin memingit cita rasa dan ia
tak merangkul boneka. ayahnya sudah lama tenang
di punden suatu ngarai, namun
jerit aba-abanya terculik memorabilia ketika
nafsu lawamah mereka saling menaikkan pitam.
semalaman hujan bertandang…
.
tudung Ahad bergulung-gulung membelah Eropa.
Kartini-nya menuju salah satu sarang koloni di sana
puluhan paceklik silam.
informan, opini, maupun jajak pendapatnya tidak pernah khatam
mereguk sebuah kata sandi:
apakah tangan-kaki srikandinya kian mengentalkan duka
atau ia malah membina sanggar rumahan.
hujan semalaman bertandang…
.
di Manado, gerak-gerik para balerina dijepit kolom semidewa.
kurs teknologi tiada berbanding dengan daya tahan
DNA tuanya. beban sayatannya basah oleh ingus
dari pongahnya cuaca. katalog tauhid berjatuhan dan
ia memenggal leher Tuhan seiring tujuh bunga api.
hujan bertandang semalaman…
.
Pasuruan, Juni 2020

*