Minggu, 04 Juli 2010

Posesif

: Matahari

Aku
membius kantuk, mengoplos lema-lema bernurani
bermaksud memberi noktah pada mimpimu, wahai Michie

menggebuk letih, ejangkan sisa-sisa rindu
untuk bersimpuh dan sedia merembangkanMu

ternodai, terpatri oleh gemuruh indah
merangkai tangkai-bunga puisi
berharap kau tenggelamkan jasadku pada luas pipi

tersentak kala manjamu tak lagi tersuruk
remangkan berat, penat, dan lancip
namun sepenggal senyum sudah cukup menderuk ruh

terbuai, mengundi datangnya kecupan
pada silau dingin embun malam

menagih darah
lenggangkan dua mata berapi
menyortir asa-derita demi menggagas cinta

dan Kau
cuma mengubrak-abrik angan
ciptakan aral, menelurkan teluh
dan aku pun melepuh
-
Pasuruan, Juni 2010

*

Dendam Berahi

         : Matahari

(tiap akhir Sabtu)
rindu terbahak-bahak.
mengoyak mata, kedip pun tersambar.
-
bayangnya tergapai tetapi tak terkecap.
sirkulasi hela berubah asma.
kenangan berkamuflase.
mencacah spirit meski sekepal puisi kuharap bertuah.
-
(tiap awal Minggu)
bagai seorang kusir:
memimpin pawai di bawah terik cinta, di pusat frustasi membara.
seperti oasis pemulih tenaga.
mencoba membesut agar kambuh tak jadi pemangsa.
-
jelita mencecar, bagai rongrongan samurai.
mencuat, sesenggukan kala transfusi mengucurkan belati.
tidak,
kerut padaku bukanlah uzur, sayang!
-
kebeliaan kita ialah rumor.
serentak, melonggarkan janin saat benih berkecimpung
tanpa canggung.
-
Pasuruan, Juni 2010

*

Mengintip Matahari

         : Matahari

anyaman malam terhanyut bersama embun asri.
suram menyokong udara; tersayat sayu pada kreasi cahaya.
-
sejuk melongok. menjajakan bening kepada alam,
sempat murung dan mengernyit kelam.
bulan terkulai bergaun awan.
menyalang doa-doa berdenging pada sekelebat waktu mujarab.
-
biasnya merenggut bintang.
mengandaskan aroma tumbuh-tumbuhan hingga menyapa ventilasi.
hangat memagut, perangai pun tersulut.
merogoh jiwa lalu berseru agar gelak manis tertera.
-
ia memoles mata.
memungkiri kantuk, lekas.
ia tergiur.
membeku pada satu titik resah.
tak terperi, janggal.
angannya menyigi.
coba meraih ranum surya namun nihil sigap mendusta.
-
Surabaya, Juni 2010

*

Esa Hilang, Dua Terbilang

         : Matahari

(pada imaji)
dingin di atas nyenyakku kian terkuras.
pelupuknya melontarkan gatal pada angan merona.
keheningan jadi majal.
tiba-tiba, kecantikanmu melerai ceriaku dari hidup.
-
lenguh terasa pada gembur bibir lalu pinta tersembur
dari ujung raungan. sekat-sekat terkelupas,
julurkan cinta tiada tepermanai
berbaur dengan sedapnya aroma surga.
-
jiwaku terpilah.
mengangkut trenyuh di antara sajak-sajak pirang bergelombang.
ragaku berjingkrak
dan kantuk pun raib bersama gelontoran angan bangir
mengandung musabab.
-
(pada mimpi)
ada bercak putih, bersinar.
kilaunya merundung lekuk-lekuk pandang.
lamat-lamat, terdengar tawa di balik sangkar.
bayangku coba mengusik.
pingkalnya mereda namun mata itu telah menghujam pangkal darah.
-
ku & mu berkelindan.
merajut cerita kolosal untuk menebus rindu sahih tak terjamah.
-
--- terjaga; mencoba menanggul air mata. namun,
netra mulai melampiaskan dahaga ---
-
Pasuruan, Juni 2010

*