Minggu, 03 Juni 2012

Primadona

aku pernah mendengar tentang gadis fantastis.
terselip di antara rak-rak lacur sang hidup
namun masih steril dari pijar-pijar cela.
pun terhindar dari nyala zona ateis.
-
ia tak tertayang pada peta
karena telah tenggelam di balik tenda,
lindungi dari relasi destruktif
penuh mantra.
-
di sudut antah-berantah itu
ia bersandar pada rangka khidmat.
tersimpul oleh linting-linting kristal
seperti ada sugesti, menerkam intuisi.
melabur hati dengan energi belia.
hati menempuh perca-perca tragedi dan insiden;
beriring lesat panah,
juga duri kaktus lazim menyapa.
-
demi cinta, ia menutup nada-nada fobia itu
dengan selintang plester suci
agar beberapa remuk redam tak meniris
dan tulari kosakata ceria,
mulai ia gendong di atas beranda.
-
di sana, ia menanti sebuah ricik dekorasi seorang wira.
menunggu afirmasi, ‘kan mengadopsi rindunya
menuju termin kemenangan.
-
Sleman, Mei 2012 

*

Ulayat Cinta

sepanjang hari ini
aku memproteksi diri dari segenap palka-palka,
dapat mengagitasi secara arogan. pasti,
roda-rodanya akan tingkahi keceriaan dalam diam (seperti dulu)
ketika ia menirus steril oksigen.
kuselipkan pada lipit-lipit prestise hijauku.
aku pun goyah dan tergulung
oleh rentetan oposisi, memelintir inti. serupa bom,
ia menggodam ketaman ketulusanku
pada ranting-ranting Rajab. dan aku pun teringkus
di antara gelang semak-semak abnormalitas.
-
sepanjang hari ini
kumampu lirikkan mata dengan muhibah.
tak gegabah untuk menguntit beberapa omongan gurih.
mirip firman Tuhan
agar aku tak lagi terperosok ke dalam skandal oriental.
sesat dan memabukkan.
-
Sleman, Mei 2012 

*