Minggu, 06 Desember 2020

Membaca Laut

dari dusun serbasederhana, aku turis.
menggagas pandang pertama pada populasi air dalam-dalam.
data masa lalu hanya memanen lembar-lembar rumah dan tanah.
.
tiga pekan belakang, sekeping sinyal menyembah saat
aku terbaring di orkestra di Rusia.
ia memutar musik filantropi.
atensi dan reaksi menggapai dada.
adat silsilahku redup dan menganga.
.
sejak teori gemblak menyihir, sir melaut lantang didayung.
.
maka aku di sini, mengambang untuk penuhi intuisi.
hingga paseban kekaisaran memetikku,
dirayu selendang-selendang segar nan subur.
.
aku memeluk puja dan puji tatkala
Ratu Pantai Selatan menyentuh auratku.
kucium lesung pipinya, ia memintal senyum, lantas dijemput kusir.
seorang sinden menyingkap lambaian.
sebelum terbenam, sesegera mungkin kujahit sajak ini.
.
jika kekasih memapah madu, ajal pun lumrah menebus waktu.
.
Pasuruan, November 2020
 
*

Kamis, 08 Oktober 2020

Saling Peluk di Kubur

aku masih bicara kepada cermin dan
memasang kemenyan di depan senyum abadimu
tatkala gelap kian mencekik biji-biji proletar.
sikapku terengah-engah dan tingkahku wajar-wajar saja.
tiada insting jika diamku nanti takkan pernah siuman lagi.
.
di dalam tempurung misterius,
kujelajahi jalan-jalan rahasia, buram dan memanjang.
sendirian. kupikir ini destinasi palsu suatu poros sebuah bidang.
tak ada santriwati, peragawati, maupun dewi-dewi.
bagai benturan peradaban sedang kobarkan silaturahmi.
.
ketika ikatan anonim tersebut kolaps, aku
hadir dan menyaksikan defile ratapan menderu di ruang tamu.
strata-strata kaku bercampur di mangkuk meritokrasi.
satu kolase klasik di mana sekat-sekat predikat
mengalami katastrofe kerukunan.
mengangkut rahimku ke tampah kebudayaan.
.
aku pamit dari membesut naga-naga.
derajatku hayati ahimsa saat mereka menghiburku di gapura.
air kitab sastra ditabur lalu si sulung mengunggah api di podium.
para pengamat mulai menyebut-nyebut nama, padahal aku
telah mengakrabi permaisuri di bawah pura.
.
Pasuruan, September 2020

Kamis, 10 September 2020

Menerjemahkan Kenangan

paman merenung. berteduh di bawah pohon ungu.
bulan madu memandangnya.
.
dulu ia ingat ketika bunga-bunga menyapa.
mengajukan nama-nama dan paras mekar.
cikal-bakal maklumat perihal maksud.
.
salah satu lengan diva menunjuk paman, tapi tak diindahkan.
lebih mengejar sesajen demi langgengkan kesaktian.
.
ribuan tahun hidup menjaka. tak kenal tetangga,
bermukim tunggal di gua selatan. sampai suatu kali
fajar bercerita perihal dedaunan tatkala petaka
membakar dusun-dusun dan menculik kilau-kilau.
.
dedemit berlidah api menangkapnya.
menggotong hingga ke kebun Kurawa di Andalusia.
seluruh organ dimutilasi, dikirim ke tajamnya kuku bayi-bayi.
.
ada sesal dan haru di lubang persepsi paman. berkepanjangan,
menyita semua diplomasi dan kompromi.
.
bobot trauma memburu. kawah beracun terbentuk.
eutanasia menjawab tantangan.
.
Surabaya, Agustus 2020

*

Kamis, 06 Agustus 2020

Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake

di antara petenun stroberi dan tanaknya halimun pagi,
peri berinsang melukis pandangan.
ayam-ayam menyambut manja.
batu dan tanah terbaring dan mendoa. lalu Tuan kepincut,
ingin mengekalkan gula-gula gesit sebagai ratu.
.
seumur hidup perut Tuan sudah menyerap gelak tawa
dari ribuan kalbu anak-anak muda di lereng Gunung Bromo.
gubuk-gubuk karawitan memudar.
sakramen kampung-kampung pun keder
lantaran geraham durjana menghapus kearifan.
maka budak-budak hak asasi pun mengungkap deklarasi.
.
dengan turangga adiluhung, aku sejiwa dalam jelata.
senandika tabula rasa kulontar, gaungkan sabda-sabda akidah.
pada titik temu, tulang-belulang para pelayan melepuh.
topan dan gempa sepakat mementaskan konfigurasi mahasengit.
berandal-berandal bahlul berhamburan.
pusaka-pusaka buas terguling dan tengkurap di mimbar pembauran.
riwayat seorang majikan beranjak mendiang.
.
senyum prameswari di ranjangku, namun kurikulum adib
tak menyokongku untuk meledekmu.
.
Pasuruan, Juli 2020

*

Senin, 06 Juli 2020

Hujan Bertandang Semalaman

kakek kecil menyimak kanopi bumi. diam
menyelami gradasi janggal pada melodi emas.
sabda beduk mudik telah menembus kosmologi, tapi
ia masih berdiri.
hujan bertandang semalaman…
.
lampu-lampu Februari dikubur kasa-kasa hitam.
dingin memingit cita rasa dan ia
tak merangkul boneka. ayahnya sudah lama tenang
di punden suatu ngarai, namun
jerit aba-abanya terculik memorabilia ketika
nafsu lawamah mereka saling menaikkan pitam.
semalaman hujan bertandang…
.
tudung Ahad bergulung-gulung membelah Eropa.
Kartini-nya menuju salah satu sarang koloni di sana
puluhan paceklik silam.
informan, opini, maupun jajak pendapatnya tidak pernah khatam
mereguk sebuah kata sandi:
apakah tangan-kaki srikandinya kian mengentalkan duka
atau ia malah membina sanggar rumahan.
hujan semalaman bertandang…
.
di Manado, gerak-gerik para balerina dijepit kolom semidewa.
kurs teknologi tiada berbanding dengan daya tahan
DNA tuanya. beban sayatannya basah oleh ingus
dari pongahnya cuaca. katalog tauhid berjatuhan dan
ia memenggal leher Tuhan seiring tujuh bunga api.
hujan bertandang semalaman…
.
Pasuruan, Juni 2020

*

Senin, 01 Juni 2020

Jugun Ianfu


ingar bingar heroisme menggunung,
memanjang seiring auman garda bangsa.
ruam-ruam pipih mengakar.
.
di celah-celah balai di suatu mandala,
berjubel primadona manis.
para tamu tua-muda putar otak
untuk mencapai kehendak.
rekayasa sosial.
.
mulut dilucut dan langkah dihadang.
lalu laga pasangan belang tertulis
sebagai skandal rahasia.
agama dibakar di pojok-pojok komplotan.
.
tinta dituang di buku catatan di kayangan.
terukir amal kotor seorang bandit
tanpa bisa menjernihkan coretan pada seorang kawula
di loteng atmanya.
.
Pasuruan, Mei 2020

*

Selasa, 05 Mei 2020

Calon Pengantin


liturgi fetisisme kepada puspa pusaka kaupetik dari mitologi kawakan.
almanak dan astrologi di dalamnya menayangkan seabrek siluet.
terminal-terminal subtil meminta sopannya niat.
ulurkan fokus dan tepa salira di laut dan udara.
.
selaku mahasiswa madrasah, sejatinya dirimu memanjat pelajaran.
pretelilah buntalan-buntalan keimanan
di antara semak belukar perpustakaan.
tahlil dan dalil merpati di tenda-tenda kuliah jauh lebih baik
dibanding komat-kamit babi saat mengenang renyahnya susu suargaloka.
.
opera dijabar, gelombang energi warnai tanah-tanah hitam.
sudah waktunya anda menyeruak dan berkibar.
bersemayamlah di kapel Borobudur sampai konstruksi rahim muslimmu
menampilkan ringkik dan kokok ibu Bali.
apa perlu menyalakan musik biru demi menebus lolong sepi?
.
sakratulmaut turut berseliweran. menggurat rida maupun tanpa.
menghias iradat dengan pose-pose cabul.
juga mendadak mampu meradang dan mengejutkan tuan.
jam tak pernah mengingatkan basahnya makam.
dia hanya diutus untuk merambah awan-awan.
.
Pasuruan, April 2020


*

Rabu, 01 April 2020

Pantang Pulang sebelum Tumbang

secara logika, surya berdiri di balik kemban subuh.
jadi rasul samawi untuk drama Ramayana dan Mahabharata
di bumi dan langit
ketika pori-pori peraduan merendah.
tapi, nyatanya tidak.
.
netizen mengendalikan lalu lintas hayat mereka
via buku digital. badan dan paras ditebar dan acap
dijejali potongan geguritan imut.
daging-daging licin diudar beserta pamornya.
perhiasan dan kartu administrasi kadang nongol
cerah merona.
.
generasi ye dan zet ini sadar bahwa dunia
sedang mengarungi jaman now.
segala perihal diri menuntut diorama.
meniru ataupun membonceng pakem merupakan terowongan resmi
supaya berdaya. bila menolak, embrio ketenaran
takkan pernah terparkir di benteng kerajaan.
.
peran mesti merebak, menanjak, muluk, dan menang.
pejuang status perlu menderita, cari muka, bahkan sekarat
agar terlihat bagai serdadu/kompeni berseragam di medan prasetia.
menyelami gurun karier serta menyerap air adrenalin di alkausar
ialah ikhtiar. batu-batu karang bakal dirajut
menjadi tugu andalan.
.
peluang bangun bak senyawa dari kesetaraan sudi.
itulah titik balik krusial di mana denyut eksis kalian
bersaing dengan petaka.
stres karena melarat atau kerasukan jin sebab menegang,
pasti menemani peserta.
sebatang kara, tetaplah menimba afiliasi sampai modal
benar-benar tumbang tanpa determinasi.
.
Surabaya-Pasuruan, Maret 2020

*