Minggu, 01 Januari 2012

Secarik Cinta di Etalase Depan Rumahmu

         : Matahari

samar-samar. di sorak rintik-rintik rupa
kau taburkan tari dalam telanjang belia
pada satu lokasi di tengah angkasa.
laksana buah. tumbuh lantas ranum di pelataran.
baunya berkeliling. warnanya menyeruak,
mengundang dusta
juga luka-luka dari perziarahan suka.
-
dia di sana.
terengah-engah memikul kegalauan derita dan dendam.
ia telah merobek kerumunan ragu, lingkari angan.
setia. terdorong kecamuk arus didih
‘tuk seberangi takut. demi satu pengorbanan: Cinta.
-
namun, ia telah kotor
lantaran embun tak lagi meramu asa.
sisakan runyam dan bau-bau bangkai,
melekat pada senar-senar isak.
ia terabai. tercebur ke samudra risau, meruncing.
ditemani nyanyian kodok memantik frustasi
juga suara harmonika menabrak sukma
di ambang pejam masih mentah.
-
Sleman, Desember 2011 

*

Anjangsana Semu

         : Matahari

ingin sekali aku hijrah.
keluar dari buai-buai getir melalui kisi-kisi.
terbang. tunggangi suara. lantas menghilang.
namun aku tak bisa.
jika mampu, ‘kan kuarungi terang langit malam,
silau karena kening bintang.
menujumu. senandungkan puja dan terbitkan erat di antara kita.
-
dialog-dialog teduh ‘kan kugelar ‘tuk cuatkan afeksi.
memantik pola ingatan agar kita terkatup dan terselimut
dalam zat-zat cinta, terpasung di palung asmara.
bila ayumu dapat tersentuh, maka tabumu ‘kan kupetik
untuk pelipur lava batin merindu.
-
tapi gaung itu hanyalah rias fiksi.
terukir di atas resah, lemah, dan ragu.
tertanam pada kelenturan ideologi
juga terpajang pada hitam sang estimasi.
seperti kodrat takkan kujemput dengan doa
atau kupancung dengan untaian isak.
-
Sleman, Desember 2011 

*

Mahaduka

         : Matahari

         kuingin menghamilimu dengan cinta
         lahirkan sayang untuk kita berdua
         tapi, …

aku terhanyut pada konstan jelajah tak berperangai.
mengayuh di antara lara, kelu, jua kusut.
-
tuangan tapak tilas di belakang
hanyalah serpih-serpih beku. mesti kuluputi.
ada takzim-kudus di sana
namun itu adalah benalu. bisa menarikku lagi dengan keji
ke dalam hangat sang luka.
-
prinsip menyusut dan mekar mencair
berputar simultan.
mendesak, menggeser warna sutra menyaput syukur
hingga melentur.
tenda-tenda keteduhan pun melambung.
terganti oleh kemarau, timbulkan teori-teori duka
kian merajalela.
-
dewa-dewi di sana ialah para pandai.
menempa teks-teks nirsadar.
ciptakan akar-akar segar, mencakar kulit tidurku.
tatkala bangun, aku tak lebih dari logam gurem. terubrak-abrik
tuli dan mengering tanpa daya
di seberang cermin menegang.
-
Sleman, Desember 2011

*

Distorsi di Sebuah Titik Senja

         : Matahari

tetes-tetes sinyalemen mencuat dari zona barat-utara.
berkesiur laksana infus, berikan ringkih tunggal.
aku pun menunduk dan terpejam.
-
sejak detik itu mengapung.
aku tersangkut gagap. iman menghantam lolong renta.
runtuhkan napas gersang pada timang sore nan sia-sia.
detak legam telah sepenggalah saat tabah menetek tulah.
isyarat bahwa derita kian ranum
dalam kerenggangan umpat sang daun-daun.
-
aku melompat di atas jembatan tentatif di atas sungai mesiu
namun terjerembab. aku berdiri di secarik halaman tua,
mematung di antara aneka beledu hitam.
mulai merangkum semesta usaha hingga mematah.
-
jadi, nama siapa lagi harus kupikul kali ini?
-
Sleman, Desember 2011

*