samar-samar. di sorak rintik-rintik rupa
kau taburkan tari dalam telanjang belia
pada satu lokasi di tengah angkasa.
laksana buah. tumbuh lantas ranum di pelataran.
baunya berkeliling. warnanya menyeruak,
mengundang dusta
juga luka-luka dari perziarahan suka.
-
dia di sana.
terengah-engah memikul kegalauan derita dan dendam.
ia telah merobek kerumunan ragu, lingkari angan.
setia. terdorong kecamuk arus didih
‘tuk seberangi takut. demi satu pengorbanan: Cinta.
-
namun, ia telah kotor
lantaran embun tak lagi meramu asa.
sisakan runyam dan bau-bau bangkai,
melekat pada senar-senar isak.
ia terabai. tercebur ke samudra risau, meruncing.
ditemani nyanyian kodok memantik frustasi
juga suara harmonika menabrak sukma
di ambang pejam masih mentah.
-
Sleman, Desember 2011
*