dalam pelukan sebuah jalur. gugurkan angin
di atas kertas biru terpencil.
kugilaskan tutur-tutur asing ini dari lorong kegalauan.
-
aku adalah kerikil. terlunta-lunta
pada serak geladak gurun.
jantungku terbungkam oleh friksi dan sengketa,
muncul dari penetrasi klasik sang pesta.
menyelundup lewati sekat-sekat. kuteguh-tempelkan
dalam kantuk statis kian menyeramkan.
-
kepalaku pun tersaput oleh karung kegilaan.
merongrong dan mengabrasi sistem kerja otak, juga
memakzulkan rasionalitas. kuterapkan di sulur-sulur nadi
menggantinya dengan pijar-pijar sesat. menuntunku
ke surga hitam dalam syahwat.
-
aset tubuhku kini
hanyalah sebuah bubuhan peran
di tikar agenda milik Tuhan.
– tak tersangkal dan tak tertahan –
laksana selembar presentasi. mesti kujunjung
seperti payung. tetaskan hikmah
sebagai bekal pertaruhan
-
Sleman, Desember 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar