bijih-bijih pasir di kontur indahmu adalah buah aksi para petani. ingin menggarisi tepuk dan ketuk sintal. silih berganti memupuk dengan anggukan dan sanjungan berkala hingga kelabu dan tipu jadi simpang nan enggan kentara.
-
aku bukanlah wira dengan lembaran epos dan paragraf-paragraf sejarah. juga bukan seorang pejabat psikologis dengan lagu-lagu alegori dan tutur kosakata pelipur duka. tapi, aku adalah gembala dengan bendera angkasa dan benih batu karang. kuhimpun dari tetes keran surga.
-
aku hanyalah sukarelawan kotor untukmu. berkehendak menumis jiwamu dan berikhtiar ‘tuk mengurai lumuran butir-butir subtil di siar lahan rapuh agar ilmu tertusuk lidi keteguhan tetap rapat tersimpan dan takkan pernah tercabik dan tertukar oleh perilaku jahanam.
-
sampai di titik ini, aku masih berusaha meraih tali kepang undian milik penguasa sembari berjudi dengan caci maki, benci, dan tensi kekesalan. ada lekas mesti kujuang sebelum arang menjadi indikator menghantam. bila kelak bertunas, maka kegirangan itu akan bersulang bersama gurau di antara bulu mata liar kita. bila kelak tumpas, maka itu adalah cetak biru milik Tuhan, memang harus ditunaikan sebagai pameran kehidupan.
-
Sleman, Desember 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar