embusan wangi pada galur tubuhku ini akan musnah.
kancing-kancing tulang punggungku akan lemas
dan tunduk kepada satu tembang, tengah berkecamuk.
itulah fase di mana keberanianku sedang bergidik.
tersesat di atas landasan kepahitan
dan disambut oleh halusinasi tragis, leluasa
mencorakkan cengar-cengir kengerian.
seorang sinden bundar terjun dari langit
pasti akan mengirim lebam untuk menjamah jiwa
dan segera menjebak usus-usus pikir agar mereka
mengarungi rumus edan, gemar terpingkal-pingkil.
-
rangsang kewaspadaan itu
akan senantiasa kupijak dalam hunian batin.
kujamu dengan parfum dan kemenyan merah
sebagai sikap negosiasi di sekujur arah.
dan jika keranda itu tiba
aku akan bergegas mempersunting rayunya
karena tak ada lagi cinta menjilati kotak maduku
di kepadatan harmoni tertata.
-
Sleman, Desember 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar