Jumat, 04 Januari 2013

Menyekap Sejarah

pada selembar akta,
ada sebuah isbat tercelup dan terbujur di dasar tinta.
lembar itu terlihat lemas
terimpit jutaan rim kertas-kertas klimis dan masih bertempur
dengan buku-buku tegak dan mendongak ke matanya.
-
ia adalah peranti, terborgol keniscayaan
relik. ditangkap oleh tubuhnya
adalah ganjal, mengempiskan segenap hidayah
di dalam rute-rute kehidupan. sudah dan akan diorbitkan.
ia hanya ingin melepas napas, telah diwujudkan
oleh noda merah. dengan ornamen cahaya sebagai jubah
figur itu menjelma menjadi caci maki zalim dilematik.
ia lahir dari air mancur spirit dan syiar kekhidmatan. namun kini,
ia hanyalah imbas dari jerat disorientasi menggebu
saat bibir merah di pusat kota itu menyemburkan plakat-plakat pemanis
di kelana petangku.
-
relik itu telah tertampung dan terkandung di atas karpet sejarah.
mustahil jika ia memindah-parkirkannya ke pantai durjana
atau ke satu lokasi penuh dengan kecengengan belaka.
ia hanya mampu menyekapnya pada level gradasi terendah
hingga langlangan ideologi darinya tertutup
oleh keroyokan ciuman. muncul dari tunas cengkerama.
-
Sleman, Desember 2012 

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar