memang masih terbekas dan tergantung di dahan memori.
selalu mendesis saat rumbai-rumbai lenganku coba memisahkan
dan aku tetap saja tak mampu mencampak
meski ia telah menjadi penyakit pengupas ketangkasan.
-
ia adalah teks-teks gelap. menyusup
pada selembar kertas batu dengan titel tersumpah.
menjadi sekeping deklarasi,
mengguntingi segenap semangat bercinta.
menindas kinerja otak di pusat meditasi. kubangun
dari janur transisi dan suara-suara asa
saat pendulum sihirku masih sanggup jelajahi teka-teki
di atas bundaran komitmen tak berbatas.
-
aku terkejut dalam cengang tatkala gelitik kekalahan sudah sepakat
‘tuk dampingi perilaku. mengundang perbedaan
dalam perlintasan tak terukur oleh waktu.
arca-arca kesopanan kian aus dan tersingkir dari bidang keyakinan
membuatku merasa seperti sebatang pion. ditimang oleh sungkawa
dalam kerabunan penuh aniaya.
-
Sleman, Desember 2012
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar