Senin, 07 Juni 2010

Bisikan Sanubari

         : Matahari

aku membuka senja renta.
berhasrat menjemputmu, memandangiku di atas pembaringan.
-
aku menumpahkan kedua tangan.
menghanyutkanmu dalam hangat, memeluk jasad berpeluh pucat.
-
daun-daun meranggas dan berguguran.
tertegun, terkesima menikmati dewi malam
ringkih terpangkas rayuan.
-
tiada pamor.
hanya sekerlip bintang sedang mengemban secabik kain perceraian.
aku pun terlelap.
menggerogoti kenangan manis bersamamu
sembari memeram rindu tak bertuan.
-
Pasuruan, Mei 2010

*

Anak Desa yang Sedang Jatuh Cinta

         : Matahari

segala bujuk rayu telah kulambungkan.
kupanjat pula terjalnya kerinduan agar melihat ikrar.
tetapi, dirimu memilih bergayut pada tumpuan tak bertepi.
-
engkau melumat.
mendera mimpi-mimpiku dengan longsoran cinta bertubi-tubi.
sempat terjengkang,
namun kembali menyembul saat air mataku melawat sketsa biru.
-
semringah, bukan lagi sahabat.
libasan kekalutan telah menjadi warisan.
-
aku menerka.
mencari prahara, bersilir-silir di sela-sela gubuk sawah.
ada yang terkapar, terjungkal, dan berjingkat.
ada pula tergelitik oleh asmara.
-
embun pagi hendak memberontak.
menelungkupkan kuncup bunga sebagai persembahan untuk sahaya.
bening pun sirna.
mencampakkan dingin, juga meredam gulita.
-
aku hanya tunduk.
menikmati hampa di balik dongeng-dongeng tertera.
bersambat pula imajinasi.
memunguti satu per satu penat
seraya menyergap riuh pada gejolak jemu.
-
malam ini, aku ingin menjengukmu.
membelai lentik jari-jemarimu lalu mengecup keningmu
sebelum kau menggeluti nyenyakmu.
-
Pasuruan, Mei 2010

*

Perbincangan

         : Matahari

Minggu terbasuh.
tersuruk sajak-sajak kendati kokok ayam belum ditabuh.
Minggu pun terambah.
berkilah bahwa seutas cinta telah dijatah.
hmmm…
-
embun mengumbar.
menuangkan salut pada seorang pria,
tergenang jenuh dalam gundah.
angin pun terpana.
menyaksikan dirinya terengkuh rindu maha.
ahh…
-
pria itu berkata,
         tiada mulus.
         seluruhnya bersanding dengan mimik acap terantuk batu.
         mula-mula membungkam jiwa, seketika
         ada rentetan sinar lembab merinai dada.
         menekur,
         mencoba menjinakkan derita di antara gunjingan angan-angan.
         tengadah,
         meski lumrah tak lagi lincah.
         pun mematut-matut,
         berharap unggul demi menggenggam kuasa.
-
mujur, mungkin saja merundung.
namun serangan dini ini bukanlah pungkasan.
-
Pasuruan, Mei 2010

*

Dilema

         : Matahari

berjalan, melangkahi jelaga seraya menyusun sebuah persepsi.
pasrah, menunggu cibiran sambil bergelut dengan kegalauan.
-
energi telah menguap.
benderang hilang seakan hembuskan pertikaian
di sekitar kedangkalan rindu.
pun, pada guliran takdir bersama tafakur malam.
-
logika kian terbentur.
berteduh di semak motivasi, terlunta-lunta.
tak ada argumentasi.
hanya memamah pergeseran reputasi.
juga, memacu suluh
laksana sinis memerciki layu hingga lumer dan berbau.
-
ah, tersirat
kecantikan semampai meremas hati.
mimpi-mimpi saru mengganjal.
mengisahkan tuduhan, tak kunjung membidik sasaran.
(kelak) janji ‘kan tertelan.
menohok jantung lalu menegakkan abaian sadar.
cinta ‘kan bangkit.
menakar dan menilik pengabdian seseorang
demi menambal iga terbuang.
-
Pasuruan, Mei 2010

*

Aniaya

         : Matahari

aku,
menyelinap di sela-sela cinta.
menjerit, melenggak-lenggok, dan berseliweran pada serpihan waktu
demi meraih kegirangan optimal.
-
aku,
mengurai peluh-letih dalam dada.
abaikan onar, melanda sukma.
hanya untuk mengincar tengara di balik dekap seorang hawa.
-
aku,
bertolak dari asumsi timpang.
terlonjak dan bergolak ketika anggunmu menyengat bawah sadar.
akhirnya, gedoran itu pun merembesi nyenyak.
-
aku,
memantau kerlip senyummu di bawah sorot cahaya bulan.
memelototi gemulai tangan-badan,
membenamkan celotehku dalam rindu
hingga pikiranku enggan untuk menghalau debur manismu.
-
aku,
merengek kepada Tuhan.
mengutuk hatimu agar lekas melucuti kejanggalan membayang
sebelum muslihat palsu mengubah untuhmu menjadi kuyu, jua gersang.
-
sayang,
hari-hariku tersayat.
cantikmu larut bersama semangat kurawat.
rutinitas tak lagi lazim
dan tegarku digelandang menjauhi mutu terpancang.
ditemani tiang pada genggaman kanan, aku berdiri.
menunggu bendera biruku kau sulut api.
-
Pasuruan, Mei 2010

*

Sabtu, 01 Mei 2010

Menanam Pelangi

         : Matahari

aku ingin mengungkapkan rahasia kecil kepadamu.
sebuah kilauan narasi tatkala terhampar
di antara paras kita berdua.
mau?
-
ada pelangi mungil di belakang rumah.
lestari, telentang di antara semak-semak.
sinarnya menjangkau,
mendobrak pintu-pintu dan menukik hingga ke kamar.
kerlap-kerlipnya menyelinap.
menyumbat gelap saat petang sambangi jagat.
kau mau menengoknya?
-
peliharaanku bermata.
siang terpejam, mengurai saptacahaya.
pagi-sore kutaburi parfum
agar harum menyerbak suasana.
-
pernah aku menghayati hingga tercengang.
cerahnya melindap meninggalkan Subuh
dan kalbu beranjak merekah ketika sang pelangi
terpejam di atas singgasana.
-
kuingin merombak, mendongkel,
memencilkan warna-warninya.
membengkokkan, jika bisa.
lalu, kan kukirimkan sulur-sulur itu padamu tiap dini.
-
jiwa berjibaku.
tak kuasa rindu menerpa,
membayang menjelang guratan takdir terkekeh sempurna.
berbekal pelangi,
Minggu sulungmu kan kuusik.
menyergah balutan mimpi-mimpi.
berharap mengentas ketelanjuran ketaksadaran
oleh memar seorang laki-laki.
-
Pasuruan, April 2010

*

Matahari Beranjak Menyilam

         : Matahari

kau duduk berkebaya,
menyuguhkan kecantikan aktual.
nyaris merakit insiden kegilaan,
membiak bersama denyut jantung di ujung cedera.
-
tatapanmu menggugat.
menjangkiti mimpi-mimpi
kala sebuah cinta mekar lalu menyinergikan rongga-rongga otak
hingga mencemari darah dan menyimbahi sesak jiwa.
-
namun, suasana biru telah tereduksi.
memberikan mandat melalui lansiran suara,
“apakah engkau kan tetap memampangnya
ataukah dirimu mulai menabalkannya?”

-
aku hendak mengeluh.
menceritakan secara gamblang kepada deretan aksara
ataupun kepada jerat, kian mengganasi sukma.
-
anganku mengkritis.
tersegel oleh kepengapan taburan sayang.
pendar-pendarku juga lenyap.
menyisakan kehangatan polos di antara bercak-bercak marak.
-
Pasuruan, April 2010

*

Setetes Cinta yang Berselang

         : Matahari

merekrut cantikmu di lindungan kerudung ialah senja.
kan menggelegarkan jagat hidupku menjadi lebih bernyawa.
-
aku berjubel,
merembet pada setangkai garis prematur
terlindungi halimun cinta.
Rumornya pancaran senyummu tersohor
hingga melengserkan puspa.
di sempadan ini jiwaku tak kunjung kibarkan jera.
-
(santer terdengar)
jiwa-raga mereka terpental
tanpa amnesti, kompromi.
         …, “sang putri tak berselera kepada kami”.
         …, “sang putri cenderung tak berspekulasi”.

-
tubuhku hanya jelata.
menyerukan dekaman elan dalam sukma.
tak ada kalut.
hanya tertatih di tanjakan dan sedikit limbung
tatkala bayu menerjang.
-
sekujurmu meluap.
merealisasikan warna-warni sengit,
beredar bersama hangat surya.
aku meraup cinta.
namun, sontak jasadmu hijrah.
lekas menjauh beriring sekuntum rindu menikam dada.
-
Sidoarjo, April 2010

*

Obsesi

         : Matahari

aku ingin membidikmu dengan sungguh.
mengincar kerutinan di sela-sela papah,
bermaksud untuk menjungkal frustasi
ketika firasat beranjak terlelap dan bersitkan destinasi.
-
aku ingin menorehkan senyum di kedua bibirmu.
memekikkan seruan-seruan lucu bergelimang puisi beresensi
pun menitikkan beberapa tetes air mata sebagai tanda
bahwa lunglai telah menggerus dada.
-
aku ingin membelai jemarimu.
mencoba menguak perasaanmu sebagai ambisiku,
merekayasa jalinan asmara bersama tembang-tembang dramatis
seraya membangkitkan pelantingan resah hingga menelurkan petaka.
-
aku ingin menjamah pernak-pernik parasmu.
menyandera satu-dua bagian secara bijak.
memikat, mencuil tatkala lengah
kemudian bergegas kusurut sebelum tertukas makna.
-
aku ingin melacak hangat tubuhmu.
meraibkan kucuran dan seliweran dingin di antara resah-risauku,
jua mengukir kecemerlangan di atas gundukan buram
saat kecamuk menjajah tulang.
-
aku ingin meminjam hatimu.
mengabaikan para rival, mencoba mendahului.
bila berhasil, kan kuserut benda itu dengan lirih
agar cantikmu benar-benar menjadi permaisuri.
-
kelak, aku ingin kita berpadu.
bernyanyi dan menari pada secarik inspirasi,
meriuhkan cerita-cerita kusam,
lalu menorehkan kemelut untuk setangkai langkah sigap tanpa enggan.
-
Pasuruan, April 2010

*