Minggu terbasuh.
tersuruk sajak-sajak kendati kokok ayam belum ditabuh.
Minggu pun terambah.
berkilah bahwa seutas cinta telah dijatah.
hmmm…
-
embun mengumbar.
menuangkan salut pada seorang pria,
tergenang jenuh dalam gundah.
angin pun terpana.
menyaksikan dirinya terengkuh rindu maha.
ahh…
-
pria itu berkata,
tiada mulus.
seluruhnya bersanding dengan mimik acap terantuk batu.
mula-mula membungkam jiwa, seketika
ada rentetan sinar lembab merinai dada.
menekur,
mencoba menjinakkan derita di antara gunjingan angan-angan.
tengadah,
meski lumrah tak lagi lincah.
pun mematut-matut,
berharap unggul demi menggenggam kuasa.
-
mujur, mungkin saja merundung.
namun serangan dini ini bukanlah pungkasan.
-
Pasuruan, Mei 2010
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar