Sabtu, 01 Mei 2010

Obsesi

         : Matahari

aku ingin membidikmu dengan sungguh.
mengincar kerutinan di sela-sela papah,
bermaksud untuk menjungkal frustasi
ketika firasat beranjak terlelap dan bersitkan destinasi.
-
aku ingin menorehkan senyum di kedua bibirmu.
memekikkan seruan-seruan lucu bergelimang puisi beresensi
pun menitikkan beberapa tetes air mata sebagai tanda
bahwa lunglai telah menggerus dada.
-
aku ingin membelai jemarimu.
mencoba menguak perasaanmu sebagai ambisiku,
merekayasa jalinan asmara bersama tembang-tembang dramatis
seraya membangkitkan pelantingan resah hingga menelurkan petaka.
-
aku ingin menjamah pernak-pernik parasmu.
menyandera satu-dua bagian secara bijak.
memikat, mencuil tatkala lengah
kemudian bergegas kusurut sebelum tertukas makna.
-
aku ingin melacak hangat tubuhmu.
meraibkan kucuran dan seliweran dingin di antara resah-risauku,
jua mengukir kecemerlangan di atas gundukan buram
saat kecamuk menjajah tulang.
-
aku ingin meminjam hatimu.
mengabaikan para rival, mencoba mendahului.
bila berhasil, kan kuserut benda itu dengan lirih
agar cantikmu benar-benar menjadi permaisuri.
-
kelak, aku ingin kita berpadu.
bernyanyi dan menari pada secarik inspirasi,
meriuhkan cerita-cerita kusam,
lalu menorehkan kemelut untuk setangkai langkah sigap tanpa enggan.
-
Pasuruan, April 2010

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar