aku,
menyelinap di sela-sela cinta.
menjerit, melenggak-lenggok, dan berseliweran pada serpihan waktu
demi meraih kegirangan optimal.
-
aku,
mengurai peluh-letih dalam dada.
abaikan onar, melanda sukma.
hanya untuk mengincar tengara di balik dekap seorang hawa.
-
aku,
bertolak dari asumsi timpang.
terlonjak dan bergolak ketika anggunmu menyengat bawah sadar.
akhirnya, gedoran itu pun merembesi nyenyak.
-
aku,
memantau kerlip senyummu di bawah sorot cahaya bulan.
memelototi gemulai tangan-badan,
membenamkan celotehku dalam rindu
hingga pikiranku enggan untuk menghalau debur manismu.
-
aku,
merengek kepada Tuhan.
mengutuk hatimu agar lekas melucuti kejanggalan membayang
sebelum muslihat palsu mengubah untuhmu menjadi kuyu, jua gersang.
-
sayang,
hari-hariku tersayat.
cantikmu larut bersama semangat kurawat.
rutinitas tak lagi lazim
dan tegarku digelandang menjauhi mutu terpancang.
ditemani tiang pada genggaman kanan, aku berdiri.
menunggu bendera biruku kau sulut api.
-
Pasuruan, Mei 2010
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar