Minggu, 06 November 2011

Katastrofe

         : Matahari

lembab tangis masih saja masif dan tertambat pada ambang nirsadar.
melayang-layang seperti perantau, tak pernah pulang
jika belum temukan restorasi sebagai pungkasan.
-
di sana, aku dapat melihat rangkaian kesakitan. menerus terajut,
terpahat pada kilauan khusyuk-khusyuk hati.
seperti penulisan naskah, pena-penanya digeser oleh para ahli
tatkala langit menjingga dan usia masih bersantai.
ada pula tuangan tembakan.
sesaki kabur kendurku, terbang di tubir keutuhan.
-
hmm…
pinangan semu ini takkan pernah tercabut dari semangatnya.
takkan pernah menguap lantas lenyap beriring sengit doa-doa.
takkan pernah!
-
Sleman, Oktober 2011 

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar