pada gagang malam
kutemukan dirimu. lunglai di atas selembar pualam.
kusentuh, lantas kuremas dingin sensual tanganmu.
lalu, kupanjati tubuhmu
untuk menggugat.
-
sayang, aku telah berlari. kitari tujuh samudra dunia
dengan satu akselerasi. terpatri dalam satu rute
untukMu.
apa hanya geming dan kerling kau sembahkan untuk piluku?
-
aku kerap menghuni tekstur-tekstur maut, terpajang
di lorong-lorong tua
bertelekan teror dan tusuk-tusuk celaka.
tubuhku terkoyak. ditimang keabsurdan, timbulkan cengang.
kau bisa mengidentifikasi bercak-bercak luka
pada kepolosan hati ini.
bercak-bercak akan buatmu mengerti
bahwa aku adalah aktor, setia menggubal cinta
untukMu.
-
sayang,
sampai kapan kau menerus mencangkung tanpa ekspresi,
hiraukan diriku, ingin melamarmu dengan kasih?
-
Sleman, Oktober 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar