: Matahari
hujan ini ingatkanku tentang karakter. pernah meletus kala kuterjemahkan merah. seperti sebuah gambar, tertuang dari kegemilangan ke dalam satu inspirasi. lebat, menggempur, dan mengikis kenyataan lugu, telah lama kuanggit seiring kelugasanku. apakah ini asli? entah.
-hujan ini ingatkanku tentang karakter. pernah meletus kala kuterjemahkan merah. seperti sebuah gambar, tertuang dari kegemilangan ke dalam satu inspirasi. lebat, menggempur, dan mengikis kenyataan lugu, telah lama kuanggit seiring kelugasanku. apakah ini asli? entah.
gitar ini sebagai saksi. tentang tercerai-berainya nada-nada ramah tingkat iba. di balik medium-mediumnya ada enggan; apakah harus kucomot atau sekadar kurobohkan? tidak tahu. kumengerti hanyalah lupa. tertanam pada igaku, hilang di jalanan.
-
aku bermutasi ke sebuah lokasi janat. coba hindari petaka dan taji-taji. mungkin akan mengganjarku dengan kerumitan tak bertuntas. aku lari untuk kunjungi sekuntum benak. selalu berikan revisi. jika peluangku telah mati maka mendekatlah. kau akan maklum dengan sang cinta. dan tangis adalah ulah setimpal untuk rayakan merdeka.
-
Sleman, Oktober 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar