Minggu, 02 Oktober 2011

Paranoia

         : Matahari

hehee…
fatwa atau ocehan buku-buku itu tak perlu kau reguk.
ayunan bahasa tubuh dan deru ledakan mesin-mesin mereka, pun
damparkan saja di atas tumpukan sampah.
-
gelimangan buai-buai jerammu hanyalah genangan.
suatu waktu menyusut pada etape tertentu.
percayalah! lambat-laut sebilah hijab akan menetak.
kau akan terasing tiada pelita
bila kau tak segera bercocok cinta.
-
hei, apa kau akan terus melengos menjauhi?
jika demikian, kau benar-benar antagonistis.
-
kau harus menenggang satu rasa.
setidaknya, kau belajar mengeruk lantas memetik ciprat-ciprat sayang,
meresap di antara badai-badai energik. memapasimu.
itu adalah entitas, mesti kau bangkitkan.
-
apa, kau bertirakat dan bermunajat?
doa tanpa laku adalah lesu, sayang!
kau akan tercemar dalam penjara.
cibir-cibir itu akan memijatmu,
mencincangmu, bahkan mampu menebasmu hingga hilang damai.
timbulkan dendam dan angkara,
terkucil dalam mihrab sengketa.
lalu, kau hanya sisakan ladang untuk mengadu.
-
Tuhan ciptakan aku untukmu, cinta.
apa kau tak merasa?
-
Pasuruan, September 2011 

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar