dalam gelap
lahap membelukar pada keteduhan dada tak lagi mengkilat.
ia terberai. telentang. mati.
terendam bisik-bisik, berkunang-kunang.
mereka datang dari balik pintu jangkung. dengan tajam!
-
organ-organku tersekap dan tersimpul.
terbalut energi negatif tanpa mediasi.
dan, suaraku terjejal oleh hilir mudik pekak-pekik
tentang janji-janji tak akur.
melafalkan mawar dalam basah,
mengelupas elok dalam lara.
-
adrenalin ini telah mengental.
tersunduk kerawanan halus bertebaran.
esok, mungkin saraf-saraf ini akan pulih,
namun jejak-jejak gelombangnya tetap terjaga.
permanen di tiap fase-fase indera.
ahh …
-
Pasuruan, September 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar