dengar! dengarkan satu gegap gempita di atas sana.
Tuhan mulai tumpahkan wangi jingga
pada riak-riak lelah dalam tidur.
-
Ia persuakan diriku dengan garis-garis ungu.
garis-garis meracau dan membius
serupa jasad tajam membungkam.
-
seperti puisi, rangka-rangka itu terhidang lalu memikat.
ujung puncaknya terkulai di awang-awang
dengan jalur sinar-sinar melandung.
-
nur-nur menggumpal di tentang.
satu depa; perempuan.
astaga!
ia menjorok, berkontak
lantas luluhkan hati menjadi huruf-huruf kuyu.
-
dua cuil matamu saksama lemparkan hina.
tebaran senyummu adalah racun.
penuh ranjau dan hardik.
lalu tiba-tiba kau lari memelukku
kala mata kita bertatap. serta merta kau menggigit bibir ini.
tassst…
-
… terjengkang.
tergeletak beriring kekalutan menyeramkan.
kau telungkupi raga ini. dingin
hingga kita menyatu
bersama gemerincing tangis membiru.
-
saat gerutup semu terpiuh, aku terkesiap.
melalui jendela
kusaksikan malam masih melamban.
tergosok kerlip bintang-bintang
seiring deru angin terbata-bata.
-
Pasuruan, Agustus 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar