di satu terik berat
kulihat kerlap surya tersentuh oleh tualang.
sensor cahayanya terengkuh,
juga hangatnya raib untuk dijimpit.
-
dari balik tabung suram telentang, kau berbisik.
“cinta ini bukan untukmu”.
aku mengerlip sejenak
lantas kubalas gaung itu dengan kokok keberangan.
dan kau pun tersumbat oleh penjara,
kernyitkan reputasiku pada lirih sang tepi.
-
dalam kelugasan, langitku berkaca-kaca.
sengat mencengkeram posisi.
tempelkan janin hitam seiring tenggat
sebagai cikal bakal alergi dan infeksi.
seperti satu tawa, sekadar sisa.
-
Pasuruan, Agustus 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar