aku adalah penyair.
dengan kepingan kata-tanda kucipta ornamen-ornamen impresif
seperti laba-laba di atas sana.
-
sajak-sajakku berbingkai. kau boleh menyebutnya sarang.
ya, sarang penuh tali-temali telanjang.
bersiku, sempit antarjarak, juga ringan.
-
o.. o.. ow…
jangan kau terka bahwa kalimat-kalimatku adalah elegi.
memuat kelabilan dan payah berlarat-larat.
sungguh, kau terlalu lelah jika bermimik seperti itu.
-
ini adalah jerat halus dan licin.
mampu menandaskan tumbal sampai ke ulu ajal.
sekali tertikam, maka keriuhan simpul-simpulnya akan membebat.
melibas sang korban hingga terbantai dan tergilas.
-
tapi, itu hanyalah embusan kisah lapat-lapat tentang masa lalu.
segar untuk telinga, namun hanya kecumik bila dibaca.
-
kini, bait-baitku kehilangan mara.
sebuah lantunan nujum berkata bahwa syair-syairku tak lagi lincah.
semua terkikis karena cinta.
ya, cinta. cinta mengejang pada satu waktu.
timbulkan infeksi dan demam meremukkan.
-
aksara-aksara terkoyak.
menderik. jeritkan nyeri akibat erosi
lantas jadi remah-remah tanpa titah.
berserakan di antara perdu-perdu kekacauan.
-
jadi bagaimana,
apa kau sudi menganggapku sebagai penyair?
-
Pasuruan, Agustus 2011
*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar