Sabtu, 04 Juni 2011

Sepotong Duka di Rimba Tak Bernama

         : Matahari

takdir adalah sesuatu.
terkadang mencekik
hingga karamkan logika tiap manusia
(seperti diriku).
-
saat ini, aku terjangkit kecemasan.
pusing menerus menggelinding dalam tempurung kepala.
gelaknya timbulkan kemelut. krusial
dan tabir-tabir tragis itu tak mampu kukunci
atau sekadar kukemas.
-
jujur, ingin kumerengek kala hadapi kemelut ini.
bukan ujian pertama, --akut--
-
raut-raut bara telah jungkalkan jenjang kewarasan
tanpa antisipasi. hanya intervensi
berjibun. penuhi kolam keramikku
lantas larut seiring kehausan.
-
di ujung parak ada cengir memijat.
sepertinya, ia membina antibodi
agar lenganku mampu menangkal puruk-parakku
dengan presisi.
-
Sleman, Mei 2011

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar