Sabtu, 04 Juni 2011

Sajak Butut

         : Matahari

di ujung kebutaan aku berziarah.
menggali ideologi
meski gelagap begadang di titik hitam.
-
tiba-tiba,
kutemukan sajak di barat.
kugahar, dan cantiknya menculik tahta.
api terdeteksi pada kata-kata.
aku tergiur, lalu berdansa.
na.. na.. naa…
-
kuberlari menerobos dini, --padamu--
menabrak kekusutan guram, seperti lelaki
tanpa beban.
lari.. lari.. lari…
-
badan adalah baju, mental adalah tajam.
istimewa!
seperti madu mencuci hasrat.
-
tapi,
tak pernah kugapai gelarmu.
janggal. tanpa prediksi
bagai gelaran potret jumbo.
tak mampu kurengkuh dengan pita merah.
-
pada murung, atmaku telah jumud.
hausku berlutut di tentang almanak tua.
menunggu secangkir nikotin, bebaskan luka.
-
Sleman, Mei 2011

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar